Iqbal Musyaffa
12 Agustus 2020•Update: 13 Agustus 2020
JAKARTA
Pemerintah masih mempertimbangkan kemungkinan menyusun program stimulus untuk membantu sektor pariwisata, seperti hotel dan restoran pulih dari hantaman pandemi Covid-19.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ada anggaran sebesar Rp3,8 triliun untuk sektor pariwisata.
Asosiasi pengusaha hotel dan restoran perlu membahas bentuk stimulus yang tepat.
“Silakan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Kementerian Pariwisata bahas seperti apa teknisnya,” jelas Menko Airlangga dalam Rapat Koordinasi Kerja Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) secara virtual, Rabu.
Dia mengatakan saat ini belum ada mekanisme penggunaan anggaran stimulus sektor pariwisata meski dana sudah tersedia.
Pemerintah saat ini masih menunggu usulan konkret dari para pengusaha, ujar Menko Airlangga.
Menko Airlangga mengatakan yang sudah bisa didorong saat ini adalah pemberian subsidi listrik untuk sektor industri termasuk para pelaku pariwisata, dengan meniadakan biaya beban puncak penggunaan listrik.
“Beban puncaknya ditanggung pemerintah sebesar Rp3,3 triliun,” ujar dia.
Pemerintah juga mempunyai program pra kerja untuk para korban PHK, termasuk para pekerja sektor pariwisata.
“Minggu ini batch keempat pra kerja, ada 800 ribu orang yang akan mendapatkan pelatihan dan semi bansos,” kata Menko Airlangga.
Selain itu, dia menambahkan pemerintah juga akan memberikan bantuan untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan berupa bantuan sebesar Rp2,4 juta yang akan diberikan dalam dua gelombang.
Bantuan ini juga termasuk untuk para pekerja yang bekerja di perhotelan dan restoran yang rata-rata merupakan anak-anak muda yang baru pertama kali bekerja.
“Bantuan ini sedang dalam tahap finalisasi DIPA-nya (Daftar Isian Pelaksana Anggaran),” pungkas dia.