İqbal Musyaffa
19 April 2018•Update: 19 April 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah mengatakan jumlah proyek strategis nasional (PSN) yang akan selesai hingga tahun 2019 sebanyak 68 proyek dari total 222 proyek.
Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo pada konferensi pers di Jakarta, Kamis, mengatakan 68 proyek strategis yang akan selesai hingga tahun 2019 termasuk di dalamnya 30 proyek yang sudah selesai dibangun hingga 2017.
Wahyu menguraikan, pada tahun 2016 sebanyak 20 proyek sudah selesai dibangun dengan total nilai Rp33,3 triliun dari 225 proyek ditambah satu program strategis nasional berdasarkan Perpres nomor 3 tahun 2016, sehingga tidak lagi masuk ke dalam daftar PSN.
Selain itu, juga terdapat 15 proyek lainnya yang ditinjau ulang pembangunannya sehingga dikeluarkan dari daftar PSN.
Kemudian, terdapat 96 proyek dari program ketenagalistrikan sudah masuk tahap konstruksi di tahun 2016 dengan nilai Rp1537,5 triliun dan 13 proyek dalam tahap transaksi senilai Rp76,3 triliun serta 81 proyek dalam tahan penyiapan dengan nilai Rp1.247,8 triliun.
Pada tahun 2017, Wahyu mengatakan daftar PSN berubah dari 225 proyek menjadi 245 proyek dengan masuknya 55 proyek baru dan keluarnya 35 proyek dari daftar PSN tahun 2016. Selain itu, juga terdapat dua program strategis yaitu ketenagalistrikan dan industri pesawat berdasarkan Perpres nomor 58 tahun 2017.
Dari daftar tersebut, sebanyak 10 proyek dengan nilai Rp61,5 triliun sudah selesai dibangun. Kemudian 37 proyek dan program ketenagalistrikan sudah dalam tahap konstruksi dan beroperasi sebagian senilai Rp1.479 triliun.
Selanjutnya, 119 proyek dalam tahap konstruksi senilai Rp899,5 triliun. Enam proyek dalam tahap transaksi senilai Rp653 triliun dan 73 proyek dan program industri pesawat dalam tahap penyiapan senilai Rp1.324,8 triliun.
Baru-baru ini, Wahyu mengatakan pemerintah kembali menghapus 14 proyek dari daftar PSN karena tidak dapat dimulai konstruksinya pada kuartal III tahun 2019.
Dengan begitu, maka pada tahun 2018 menjadi 222 proyek dengan dihapusnya 14 proyek yang tidak progresif dan 10 proyek yang sudah selesai di tahun 2017. Selain itu, juga terdapat tambahan satu proyek strategis baru yaitu pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia serta satu program pemerataan ekonomi.
“Pada tahun ini akan terdapat 13 proyek yang selesai dengan nilai Rp46,78 triliun dan 66 proyek, satu program ketenagalistrikan, dan satu program pemerataan ekonomi senilai Rp1.584,9 triliun dalam tahap konstruksi dan sudah beroperasi sebagian,” urai dia.
Kemudian sebanyak 109 proyek dan satu program industri pesawat dalam tahap konstruksi senilai Rp1.214 triliun dalam tahap konstruksi, enam proyek dalam tahap transaksi senilai Rp416,6 triliun, dan 28 proyek dalam tahap penyiapan senilai Rp829,6 triliun.
“Pada tahun 2019 akan terdapat 25 proyek lainnya yang akan selesai pembangunannya dengan nilai Rp118,92 triliun,” imbuh Wahyu.
Selain itu, Wahyu mengatakan sebanyak 94 proyek dan satu program ketenagalistrikan serta satu program pemerataan ekonomi akan berada dalam tahap konstruksi dan akan beroperasi sebagian senilai Rp1.808,5 triliun.
“Kemudian juga sebanyak 87 proyek dan satu program industri pesawat akan berada dalam tahap konstruksi senilai Rp2.078,6 triliun. Dan juga tiga proyek akan berada dalam tahap akhir transaksi dan mulai konstruksi senilai Rp39,1 triliun,” urai Wahyu.