Muhammad Iqbal
18 September 2017•Update: 19 September 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah Indonesia akan menggunakan ajang Asia-Europe Meeting Transportation Ministerial Meeting (ASEM TMM) di Bali pada 26-28 September mendatang untuk menarik investasi asing guna mengembangkan infrastruktur transportasi.
“Sesuai arahan Presiden, tiap kali ada forum internasional kita gunakan untuk menjual apa yang menjadi potensi kita,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Senin.
Beberapa proyek infrastruktur transportasi yang coba ditawarkan kepada negara-negara peserta ASEM TMM untuk berinvestasi antara lain pelabuhan Kualatanjung, bandara Kualanamu, pelabuhan Makassar, pelabuhan Bitung, dan pelabuhan Priok.
Selain itu juga ada pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, bandara Balikpapan, dan pelabuhan Lembar. “Proyek-proyek itu akan mengerucut menjadi proyek yang feasible setelah pertemuan one on one dengan negara-negara calon investor,” jelasnya.
Rencananya, ASEM TMM akan diikuti oleh 18 Menteri Perhubungan dan pejabat kementerian perhubungan dari 51 negara. Saat ini, sebanyak 35 negara Asia dan Eropa sudah mengkonfirmasi keikutsertaannya.
Negara-negara tersebut antara lain Britania Raya, Rusia, Hongaria, Latvia, Luksemburg, Polandia, Malaysia, Filipina, Singapura, Myanmar, Vietnam, Laos, Mongolia, Kamboja, Jepang, Korea, India, dan Brunei.
“Saya akan mengajak Kepala BKPM [Badan Koordinasi Penanaman Modal] agar penawaran investasinya jadi sistematis,” lanjut Budi.
Penawaran investasi dalam forum internasional seperti ini, menurut Budi, salah satu tujuannya agar BUMN yang memiliki proyek-proyek strategis tidak kesulitan mencari investor.
Di kesempatan yang sama, Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, sektor transportasi sangat relevan untuk dikembangkan melalui berbagai skema investasi.
“Jangan hanya dilihat dari aspek investasi langsungnya, tapi juga dampak tidak langsung yang dihasilkan dari investasi di sektor transportasi,” jelasnya.
Ia memberi contoh, investasi pada bandara bisa meningkatkan konektivitas penerbangan dan sangat penting untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata yang sedang digencarkan oleh pemerintah.
“Dengan upaya Kementerian Perhubungan mengembangkan banyak bandara internasional baru, sekarang sudah banyak maskapai asing yang datang,” ujarnya.
Berdasarkan hal tersebut, pertumbuhan sektor pariwisata tumbuh rata-rata 30 persen per tahun. Selain itu, sektor e-commerce penunjang pariwisata juga menurutnya bisa semakin berkembang melalui investasi sektor transportasi.