Indonesia-Australia resmi selesaikan ratifikasi IA-CEPA
Presiden berharap perjanjian itu segera dilaksanakan melalui program 100 hari implementasi IA-CEPA

Jakarta Raya
JAKARTA
Indonesia dan Australia telah menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).
Selesainya proses ratifikasi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh kedua menteri luar negeri, pada Senin.
Penandatanganan tersebut disaksikan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison usai melakukan pertemuan bilateral di Gedung Parlemen, Canberra, Australia.
Kedua kepala pemerintahan menyambut baik selesainya proses ratifikasi.
"Ke depan hubungan ekonomi kedua negara secara komprehensif akan lebih maju dan harus lebih dirasakan manfaatnya oleh rakyat kedua negara," kata Presiden Joko Widodo, melalui keterangan tertulis kepada Anadolu Agency.
Presiden Jokowi, sapaan Joko Widodo, berharap perjanjian itu dapat segera dilaksanakan melalui program 100 hari implementasi IA-CEPA.
Program itu di antaranya pelaksanaan Australia Business Week di Indonesia yang akan dipimpin langsung oleh Menteri Perdagangan Australia, kunjungan sejumlah investor besar Australia ke Indonesia, pendanaan proyek infrastruktur, hingga kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
PM Australia Scott Morrison mengatakan melaui IA-CEPA, hubungan kerja sama antara Indonesia dan Australia akan semakin meningkat.
Integrasi ekonomi kedua negara juga dapat mendatangkan pertumbuhan yang kuat selama kurang lebih sepuluh tahun ke depan.
"Indonesia akan menjadi salah satu ekonomi yang paling besar di seluruh dunia. Dari kesepakatan yang saling menguntungkan ini akan memastikan bahwa ekonomi kita akan saling terkait selama beberapa lama ke depannya," ujar Morrison.
Selain membahas, IA-CEPA, Presiden Joko Widodo sempat menyampaikan duka cita dan simpati kepada korban, keluarga korban, dan pemerintah Australia atas bencana kebakaran hutan yang melanda Australia.
"Kedatangan saya ke Australia kali ini sekaligus untuk menunjukkan bahwa Indonesia akan selalu bersama masyarakat Australia, baik dalam suka maupun duka. A friend in need is a friend indeed," kata Presiden.
Presiden menyebut bahwa kunjungannya kali ini juga menjadi momen khusus karena bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Australia.
"Namun kita harus terus bekerja keras untuk hubungan yang lebih kokoh ke depan," imbuhnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan untuk memperkuat kerja sama itu dibutuhkan fondasi yang lebih kuat dengan saling percaya dan saling menghormati.
Presiden Jokowi mengajak Australia untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan saling menghormati sebagai modal besar bagi hubungan kedua negara yang kokoh.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.