Iqbal Musyaffa
15 September 2020•Update: 15 September 2020
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total impor Indonesia pada Agustus mencapai USD10,74 miliar dan bila dibandingkan dengan bulan Juli meningkat 2,65 persen dari USD10,46 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan walaupun terjadi pertumbuhan secara bulanan, namun bila dilihat secara tahunan masih terjadi kontraksi impor 24,19 persen dari Agustus tahun lalu yang sebesar USD14,17 miliar.
Dia mengatakan pertumbuhan impor secara bulanan karena adanya peningkatan impor nonmigas sebesar 3,01 persen sementara impor migas turun 0,88 persen.
Sementara secara tahunan terjadi penurunan impor migas 41,75 persen dan impor nonmigas juga turun 21,91 persen.
Suhariyanto menguraikan berdasarkan penggunaan barang, terjadi peningkatan impor bulanan pada barang konsumsi sebesar 7,31 persen menjadi USD1,19 miliar.
“Kenaikan ini di antaranya karena naiknya impor anggur asal China, susu dan krim dari Selandia Baru, dan gula mentah dari India,” ujar dia dalam konferensi pers virtual, Selasa.
Namun, secara tahunan masih terjadi penurunan impor barang konsumsi sebesar 12,49 persen.
Kemudian, dia mengatakan impor bahan baku/penolong pada Agustus yang sebesar USD7,75 miliar meningkat 5 persen secara bulanan karena ada peningkatan impor emas dari Hongkong, tepung kedelai dari Brasil, besi baja dari Ukraina, serta receiver portabel dari China.
“Namun, ini perlu menjadi perhatian karena secara tahunan impor bahan baku/penolong masih turun 24,93 persen,” imbuh Suhariyanto.
Selanjutnya, impor barang modal pada bulan Agustus sebesar USD1,79 miliar yang terkontraksi 8,81 persen secara bulanan dan 27,55 persen secara tahunan.
“Struktur impor masih didominasi impor bahan baku/penolong dengan porsi 72,19 persen dari total impor pada Agustus,” kata Suhariyanto.
Suhariyanto mengatakan berdasarkan negara asal, pada bulan Agustus tahun ini terjadi peningkatan impor asal China sebesar USD138,7 juta, Hongkong USD69,6 juta, Ukraina USD66,6 juta, Kanada USD58,2 juta, dan Perancis USD43 juta.
Selain itu, pada Agustus terjadi penurunan impor asal Korea Selatan USD131,8 juta, Jepang USD99,4 juta, Singapura USD91,5 juta, Australia USD17,3 juta, dan Polandia USD16,6 juta.