JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan ekspor Indonesia pada Agustus sebesar USD13,07 miliar mengalami penurunan 4,62 persen dari Juli yang sebesar USD13,7 miliar.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan jumlah ekspor tersebut juga turun 8,36 persen secara tahunan dari Agustus tahun lalu yang sebesar USD14,26 miliar.
“Sesudah dua kali ekspor naik pada Juni dan Juli, pada Agustus ini ekspor agak melandai,” ujar dia dalam konferensi pers virtual, Selasa.
Suhariyanto menjelaskan ekspor pada Juni sebesar USD12,01 miliar naik dari Mei yang sebesar USD10,45 miliar kemudian pada Juli naik menjadi USD13,7 miliar.
“Ada penurunan ekspor migas dan nonmigas pada Agustus ini baik secara bulanan dan tahunan,” jelas Suhariyanto.
Lebih lanjut, dia mengatakan ekspor pada Agustus merupakan yang terendah bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018 yang berjumlah USD15,87 miliar dan Agustus 2019 yang sebesar USD14,26 miliar.
“Penurunan ekspor terjadi pada seluruh sektor secara bulanan,” kata dia.
Suhariyanto menjabarkan ekspor Agustus pada sektor migas yang sebesar USD0,61 miliar tumbuh minus 9,94 persen secara bulanan dan minus 27,45 persen secara tahunan.
Kemudian, pada sektor pertanian juga berbeda dari bulan sebelumnya, terjadi penurunan 2,37 persen secara bulanan menjadi USD0,34 miliar pada Agustus.
“Penurunan terjadi pada ekspor tanaman obat aromatik dan rempah-rempah, tembakau, kopi, dan mutiara hasil budidaya,” tambah Suhariyanto.
Namun, secara tahunan ekspor produk pertanian ini tumbuh 1,04 persen.
Selanjutnya, ekspor industri pengolahan pada Agustus yang sebesar USD10,73 miliar mengalami penurunan 4,91 persen secara bulanan dan secara tahunan juga turun 4,52 persen.
“Penurunan secara bulanan antara lain pada ekspor logam dasar mulia, minyak kelapa sawit, sepatu olahraga, dan kimia dasar organik,” jelas dia.
Kemudian ekspor pada industri pertambangan dan lainnya yang pada Agustus sebesar USD1,39 miliar juga mengalami penurunan secara bulanan 0,28 persen dan secara tahunan turun 24,78 persen.
Komoditas yang mengalami penurunan ekspor secara bulanan antara lain batu bara, lignit, dan bijih besi.
“Ekspor nonmigas masih menjadi sumber ekspor terbesar 95,32 persen dari total ekspor dengan sektor ekspor terbesar dari industri pengolahan sebesar 82,1 persen,” tambah Suhariyanto.
Suhariyanto menambahkan berdasarkan negara tujuan pada Agustus terjadi peningkatan ekspor ke Inggris sebesar USD43,7 juta, Vietnam USD40,2 juta, Taiwan USD28 juta, Italia USD17,7 juta, dan Thailand USD17,4 juta.
Kemudian pada Agustus juga terjadi penurunan ekspor dengan tujuan Swis sebesar USD156,7 juta, Malaysia USD75,2 juta, Jepang USD71,4 juta, China USD61,7 juta, dan India USD56,7 juta.
news_share_descriptionsubscription_contact
