Maria Elisa Hospita
28 Juli 2018•Update: 29 Juli 2018
Enes Kaplan
JOHANNESBURG
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Jumat menemui pemimpin negara dari Afrika Selatan, Togo dan Angola, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di Johannesburg.
Tatap muka antara Erdogan dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa - tuan rumah konferensi - berlangsung selama 45 menit.
Sementara pertemuannya dengan Presiden Togo Faure Gnassingbe berlangsung selama 35 menit, dan dengan Presiden Angola Joao Lourenco selama 25 menit.
KTT BRICS digelar selama tiga hari dan berakhir pada Jumat. Kelompok BRICS - terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan - didirikan pada 2006 untuk meningkatkan kerja sama antara negara-negara anggota dan juga negara-negara berkembang lainnya.
Saat konferensi, Erdogan mengatakan bahwa Turki memandang KTT BRICS ke-10 sebagai peluang untuk mengembangkan kerja sama di bidang ekonomi, investasi, dan pembangunan.
"Kami ingin segera menyelesaikan negosiasi keanggotaan antara Departemen Keuangan kami dengan bank pembangunan baru BRICS," kata presiden Turki, Jumat.
"Kami dapat bekerjasama untuk mendirikan lembaga ratings yang lebih objektif," kata dia lagi.
Turki mengeluhkan bahwa beberapa lembaga ratings bias terhadap Turki dan mengabaikan kekuatan ekonomi Turki yang sebenarnya.
Pada hari Sabtu, Erdogan bertolak ke Zambia untuk menemui Presiden Edgar Lungu.