Megiza Soeharto Asmail
11 Agustus 2018•Update: 12 Agustus 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Jumat menyerukan warga Turki untuk menukarkan simpanan mata uang asing mereka menjadi lira.
"Siapa pun yang memiliki dolar, euro, atau emas di bawah kasur, mereka harus pergi ke bank dan menukarkannya menjadi lira Turki," kata Erdogan pada pidatonya di provinsi timur laut Bayburt.
Erdogan menyebut gerakan semacam itu sebagai bagian dari "perjuangan nasional."
"Ini akan menjadi jawaban rakyat saya terhadap mereka yang menyatakan perang ekonomi kepada kami [Turki]," imbuhnya.
Erdogan juga mengatakan agar warga Turki tidak perlu khawatir, dan menambahkan: "Kami juga memiliki langkah-langkah untuk mencegah semua kemungkinan negatif."
Sambil mengkritik adanya "lobi kepentingan", Erdogan menambahkan bahwa tidak ada yang dapat "menggulingkan" Turki.
Erdogan mengatakan "gelombang ketidakstabilan keuangan buatan" Turki dibuat dengan target untuk mengabaikan kekuatan ekonominya, karena dia menilai "tidak ada satu masalah pun"dalam data makroekonomi, produksi listrik, atau sistem perbankan negaranya.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat meningkatkan 'serangan'nya terhadap Turki melalui pengumuman penggandaan tarif baja dan aluminium yang diberlakukan terhadap negara-negara sekutu NATO.
"Saya baru saja mengesahkan penggandaan tarif pada Baja dan Aluminium kepada Turki bersamaan dengan mata uang mereka, lira Turki, melemah dengan cepat terhadap dolar kami yang sangat kuat!" kata Trump lewat akun twitternya. "Aluminium sekarang akan menjadi 20% dan Baja 50%. Hubungan kami dengan Turki tidak bagus saat ini!”