İqbal Musyaffa
13 Juli 2018•Update: 13 Juli 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia melansir hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang mengindikasikan kegiatan usaha pada triwulan II 2018 meningkat, terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada Jumat mengatakan hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 20,89 persen pada triwulan II 2018, meningkat dari 8,23 persen pada triwulan I 2018.
“Peningkatan kegiatan usaha terutama terjadi pada sektor industri pengolahan [SBT 3,96 persen]. Perbaikan sektor industri pengolahan juga tercermin pada Prompt Manufacturing Index (PMI) SKDU yang berada pada fase ekspansi pada triwulan II-2018 dengan indeks sebesar 52,4 persen,” jelas Perry.
Sejalan dengan peningkatan kegiatan usaha, Perry menyebut rata-rata kapasitas produksi terpakai dan penggunaan tenaga kerja pada triwulan II 2018 meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Tingkat penggunaan kapasitas produksi meningkat dari 76,27 persen pada triwulan I 2018 menjadi 78,4 persen pada triwulan II 2018. Sementara itu, kenaikan tingkat penggunaan tenaga kerja tercermin pada peningkatan SBT jumlah tenaga kerja dari -0,88 persen pada triwulan I 2018 menjadi 4,73 persen pada triwulan II 2018.
“Dari sisi keuangan, kondisi likuiditas dan rentabilitas dunia usaha pada triwulan II 2018 tetap baik, dengan akses terhadap kredit perbankan yang relatif mudah,” lanjut dia.
Ke depannya, BI menyebut ekspansi kegiatan usaha diperkirakan akan terus berlanjut tercermin pada SBT yang tetap positif. SBT perkiraan kegiatan usaha triwulan III 2018 sebesar 17,73 persen.
Namun, perkiraan ekspansi usaha pada triwulan III 2018 menurut BI lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (SBT 20,89 persen). Berdasarkan sektor ekonomi, perlambatan kegiatan usaha diperkirakan terutama pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan dengan SBT sebesar 0,4 persen, lebih rendah dibandingkan 2,81 persen pada triwulan sebelumnya.
Selanjutnya, Perry menyebut survei lain yang dilakukan BI adalah survei penjualan eceran pada bulan Mei naik menjadi 8,3 persen bila dibandingkan April 4,1 persen. “Kami yakin penjualan eceran di Juni akan lebih tinggi karena kegiatan aktivitas Ramadan yang tinggi,” ungkap Perry.