18 Juli 2017•Update: 18 Juli 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Program pemberantasan illegal fishing yang dilakukan pemerintah tak hanya berdampak pada meningkatnya perolehan ikan dan pendapatan nelayan, tapi juga berlebihnya jumlah BBM di Indonesia.
"Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Sudirman Said pernah bilang, Bu, BBM kita surplus [BBM] 37 persen," tutur Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti dalam acara Penghargaan untuk Liputan Media Terbaik tentang Isu Keadilan Pangan di Jakarta, Selasa.
Menurut Susi, pelaku penangkapan ikan secara ilegal tak hanya memboyong ikan dari lautan Indonesia, melainkan juga mencuri BBM dari Indonesia.
“Mereka tak membeli BBM dari negaranya, melainkan dari Indonesia. BBM yang dibeli pun jenis BBM bersubsidi,” kata Susi, geram.
Hasil survey Badan Pusat Statistik tahun 2015, jumlah jumlah rumah tangga nelayan di Indonesia menurun, dari 1600 menjadi 800.000 saja. Pun, sebanyak 100 perusahaan ekspor perikanan tutup.
Sepanjang 2016, terdapat 236 kapal asing maupun local illegal yang melakukan pencurian ikan di Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 96 kapal berasal dari Vietnam. Selain itu terdapat 58 kapal asal Filipina, 21 kapal Thailand, 38 kapal Malysia, 15 kapal local Indonesia, 2 kapal Papua Nugini, 1 kapal Tiongkok, dan 5 kapal tanpa bendera.