Nasional

Indonesia tangkap 19 kapal terkait ‘illegal fishing’

19 kapal tersebut terdiri dari 3 kapal berbendera Malaysia, 7 kapal Vietnam, 2 kapal Filipina, dan 7 kapal Indonesia

Nicky Aulia Widadio   | 10.06.2021
Indonesia tangkap 19 kapal terkait ‘illegal fishing’ Ilustrasi: Kapal ikan. (Foto file - Anadolu Agency)

Jakarta Raya

JAKARTA

Kementerian Kelautan dan Perikanan menindak 19 kapal yang menangkap ikan secara ilegal di wilayah perairan Indonesia pada 3-8 Juni 2021.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan 19 kapal tersebut terdiri dari tiga kapal berbendera Malaysia, 7 kapal Vietnam, 2 kapal Filipina dan 7 kapal Indonesia.

“Ini untuk memastikan agar sumber daya kelautan dan perikanan terlindungi dari IUU (Illegal, Unreported and Unregulated) Fishing,” kata Wahyu melalui siaran pers, Kamis.

Sebanyak 10 kapal yang berbendera Malaysia dan Vietnam ditangkap di Laut Natuna Utara, sedangkan dua kapal lainnya di Laut Sulawesi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Antam Novambar mengatakan tujuh kapal berbendara Indonesia ditangkap di Selat Malaka.

Kapal tersebut tidak memiliki dokumen dan mengoperasikan alat tangkap trawl yang dilarang.

Sepanjang 2021, KKP telah menangkap 113 kapal yang terdiri dari 77 kapal Indonesia dan 36 kapal ikan asing asal Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

KKP juga telah menindak 62 pelaku penangkapan ikan dengan cara yang merusak seperti menggunakan bom ikan, setrum, maupun racun.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.