Iqbal Musyaffa
17 September 2020•Update: 18 September 2020
JAKARTA
Bank Indonesia menilai kondisi perekonomian global secara bertahap mulai membaik.
Kondisi ini didorong oleh perbaikan pertumbuhan ekonomi di China dan Amerika Serikat (AS) meski kinerja perekonomian Eropa, Jepang, dan India belum kuat.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan perkembangan positif di China dan AS terjadi karena penyebaran Covid-19 mulai melandai sehingga mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat global, serta dampak stimulus moneter dan fiskal yang cukup besar.
Menurut Perry, sejumlah indikator dini pada Agustus 2020 mengindikasikan prospek positif pemulihan ekonomi global.
Antara lain meningkatnya mobilitas, berlanjutnya ekspansi PMI manufaktur dan jasa di AS dan China, serta naiknya beberapa indikator konsumsi.
“Perekonomian global yang membaik mendorong kenaikan volume perdagangan dunia dan harga komoditas global di semester kedua 2020. Harga-harga ini berpotensi lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis.
Menurut dia, berlanjutnya peningkatan ekspor di berbagai negara dan indeks kontainer logistik global mengindikasikan perbaikan aktivitas perdagangan dunia pada kuartal ketiga 2020.
“Di pasar keuangan global, ketidakpastian yang masih tinggi antara lain dipengaruhi isu geopolitik China-AS, China-India, dan di Inggris,” imbuh dia.
Perry mengatakan perkembangan ini berpengaruh terhadap menurunnya aliran modal ke negara berkembang, kecuali China, dan berdampak pada berlanjutnya tekanan terhadap mata uang di berbagai negara tersebut, termasuk Indonesia.