Iqbal Musyaffa
03 Maret 2020•Update: 04 Maret 2020
JAKARTA
Asian Development Bank (ADB) akan mengalokasikan USD2,7 miliar atau sekitar Rp38,44 triliun (kurs Rp14.240 per USD) dalam bentuk pinjaman untuk Indonesia pada tahun ini.
Presiden Asian Development Bank (ADB) Masatsugu Asakawa mengatakan jumlah komitmen tersebut meningkat dari tahun lalu yang sebesar USD1,7 miliar.
“Dari anggaran tersebut, USD500 juta untuk program inklusi keuangan dan USD500 juta untuk pengembangan daya saing Indonesia,” jelas Asakawa dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Sementara itu, anggaran lainnya diperuntukkan untuk pinjaman kepada pemerintah dan juga sektor swasta.
“Indonesia dan ADB memiliki hubungan kemitraan kuat yang dibangun atas tujuan yang sejalan untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif,” kata Asakawa.
Asakawa mengatakan ADB juga telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk membicarakan perluasan dukungan ADB bagi prioritas pembangunan Indonesia di berbagai bidang, seperti pembangunan modal manusia, konektivitas infrastruktur, dan perubahan iklim.
Perluasan dukungan tersebut melalui pinjaman dengan jaminan pemerintah, dukungan pengetahuan, operasi sektor swasta, dan layanan konsultasi transaksi.
Dia menjelaskan pengembangan dukungan ADB bagi Indonesia juga mencakup berbagai bidang, termasuk fokus pada energi bersih dan penguatan jaringan kelistrikan, pendidikan tinggi, dan pengembangan ketrampilan angkatan kerja, reformasi untuk meningkatkan daya saing Indonesia, serta fasilitas pembiayaan ramah lingkungan dan ramah lautan yang inovatif.
Asakawa juga memuji upaya Presiden Joko Widodo dalam meningkatkan iklim usaha, menarik investasi, dan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas.
ADB juga mengapresiasi kehati-hatian pemerintah Indonesia dalam mengambil kebijakan makroekonomi dan manajemen fiskal telah mampu mendorong pertumbuhan, terlepas dari adanya dampak epidemi virus korona dan isu-isu terkait perdagangan global.