JAKARTA
Amazon Web Service (AWS), sebuah platform perdagangan elektronik global akan membangun tiga pusat data di Indonesia pada akhir 2021 atau awal 2022, bagian dari investasi USD2,5 miliar, ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Senin.
Menteri Agus bertemu dengan Vice President Global Public Policy AWS Michael Punke di sela-sela penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis 23 Januari.
“Pembangunan pusat data ini juga akan bermanfaat bagi pengembangan bisnis dan industri nasional karena dapat meningkatkan efisiensi bagi para pelaku bisnis dan mendorong pengembangan sumber daya manusia,” ujar Menteri Agus dalam siaran persnya
Indonesia menurut dia memiliki beberapa peluang dan tantangan di bidang niaga elektronik yang harus diantisipasi.
Indonesia mengalami pertumbuhan pengguna baru internet tercepat di dunia. Jumlah pengguna telepon pintar juga meningkat tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir.
Menurut Menteri Agus saat ini sudah ada 156 juta pengguna telepon pintar di Indonesia atau sebanding dengan 60 persen dari total populasi penduduk.
“Dapat diprediksi aktivitas niaga elektronik akan semakin meningkat di masa depan apalagi bila didukung dengan tumbuhnya minat dan akses pembiayaan bagi perusahaan rintisan digital” ujar Menteri Agus.
Menurut dia salah satu tantangan adalah pembangunan infrastruktur dan logistik yang memerlukan biaya besar. Selain itu infrastruktur pembayaran nontunai Indonesia yang masih dalam tahap awal pengembangan.
“Kemendag sudah Peraturan Pemerintah (PP) No. 80 Tahun 2019 tentang perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) untuk membangun kepercayaan dan rasa percaya diri konsumen dalam bertransaksi,” ujar mereka.
Amazon Web Services (AWS) telah menjadi platform cloud paling komprehensif dan diadopsi secara luas di berbagai belahan dunia.
AWS menawarkan lebih dari 165 layanan berfitur lengkap terkait komputasi, penyimpanan, basis data, jaringan, analitik, robotik, mesin pembelajaran dan kecerdasan buatan (AI), internet of things (IoT), seluler, keamanan, hibrid, virtual dan augmented reality (VR dan AR) dan media.
Selain itu mereka juga menggarap pengembangan aplikasi. penyebaran, dan manajemen dari 61 zona ketersediaan (availability zones/AZs) dalam 20 wilayah geografis, yang mencakup Amerika Serikat, Australia, Brasil, Kanada, Cina, Prancis, Jerman, India, Irlandia, Jepang, Korea Selatan, Singapura , Swedia, dan Inggris.
Dengan cakupan luas tersebut, AWS dipercaya jutaan pelanggannya, termasuk perusahaan rintisan, perusahaan besar, dan lembaga pemerintah dalam mendorong pembangunan infrastruktur menjadi lebih pesat dan biaya bersaing.
news_share_descriptionsubscription_contact

