Muhammad Nazarudin Latief
17 Juli 2020•Update: 21 Juli 2020
JAKARTA
Indonesia kelebihan pasokan energi dalam masa pandemi Covid-19 karena berkurangnya aktivitas industri dan perekonomian lain.
Sekretaris Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan aktivitas ekonomi yang berkurang sejak Maret lalu membuat suplai energi berlimpah.
“Bahkan kita kelebihan solar. Karena orang semua di rumah, tidak bekerja, kita khawatir distribusinya," ungkap Djoko dalam siaran pers, Jumat.
Konsumsi solar juga berpengaruh pada impor migas.
Pada Mei lalu, impor migas turun hingga hampir menyentuh angka 70 persen sebesar USD657,5 juta, menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
Nilai itu turun 69,8 persen jika dibanding impor Mei 2019 yang mencapai USD2,18 miliar.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melalui badan usaha yang ditunjuk tetap membuka layanan SPBU dan LPG.
Konsep pelayanan bahkan dilakukan melalui online.
"Saya pikir kebijakan ini dilakukan di seluruh di dunia, bahwa yang tetap buka adalah SPBU. Di Indonesia sendiri LPG juga tetap buka,” ujar dia.
“Setelah layanan online dibuka, problem distribusi sudah bisa kita atasi," kata Djoko.
"Kalau dilihat selama pandemi berlangsung, energi baik pasokan maupun distribusi bukan jadi masalah. Bahkan dari sisi ketahanan energi jadi lebih baik," ungkap Djoko.
Menurut Djoko pemerintah memprioritaskan pasokan energi untuk sektor transportasi, listrik, rumah tangga dan industri dalam masa pandemi Covid-19 ini untuk menjaga ketersediaan energi nasional.
Menurut dia pada masa pandemi ini jaminan akses suplai energi harus tetap terjaga.
“Misalnya kebutuhan energi untuk memasak, masyarakat harus bisa mendapatkan itu," kata Djoko.
Industri juga menjadi perhatian pemerintah untuk menjamin keberlangsungan sektor yang mampu serap ribuan tenaga kerja.
Sementara itu, terkait penyediaan infrastruktur, Pemerintah masih tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur energi.
"Pengalihan anggaran untuk Covid-19 diperuntukkan yang non-fundamental. Sedangkan anggaran subsidi untuk energi tidak berubah. Yang dipotong adalah rapat-rapat dan perjalanan dinas karena bisa diganti secara virtual," tutur Djoko.
Pemerintah sebelumnya juga memberikan bantuan keringanan tagihan listrik kepada pelanggan rumah tangga dan bisnis 450 VA dan sebagian 900 VA selama enam bulan.
Sementara dari segi industri, pemerintah telah memberikan stimulus dengan menetapkan harga gas industri di tujuh manufaktur berbasis gas maksimal sebesar USD 6 per MMBTU.