Rıskı Ramadhan
19 Juni 2018•Update: 19 Juni 2018
Ali Oweida
SANAA
Pasukan pemerintah Yaman yang didukung pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyerbu bandara di kota Al-Hudaydah sebagai bagian dari operasi terhadap pemberontak Houthi.
Pasukan Houthi berupaya menghambat kemajuan pasukan pemerintah masuk ke bandara, kata sumber militer pro-pemerintah kepada Anadolu Agency.
Sumber yang tak ingin disebutkan namanya itu mengatakan bahwa telah terjadi bentrokan di sekitar bandara.
Menutup keterangan penduduk setempat, terdengar suara ledakan beserta asap mengepul tinggi dari kompleks bandara.
Belum ada pernyataan dari Houthi mengenai kabar ini.
Pekan lalu, pasukan pemerintah Yaman, didukung oleh koalisi yang dipimpin Saudi, meluncurkan operasi skala besar untuk merebut kembali Al-Hudaydah - dan pelabuhannya - dari Houthi.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional (saat ini berpusat di kota Aden) dan sekutu-sekutunya menuding Houthi menggunakan pelabuhan untuk menyelundupkan senjata dari Iran.
Yaman dilanda perang saudara sejak 2014, ketika kelompok pemberontak Houthi menguasai Ibu Kota Sanaa dan sebagian besar wilayah negara, sehingga memaksa pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melarikan diri ke Arab Saudi.
Konflik meningkat setelah Arab Saudi dan sekutunya melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk menggulingkan pertahanan Houthi pada tahun 2015.
Konflik telah menghancurkan infrastruktur Yaman, termasuk sistem air dan sanitasi, membuat PBB menggambarkan situasi Yaman sebagai "salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern".