Dunia

Walikota Vienna mengutuk rasisme, sentimen anti-agama

Michael Ludwig mengatakan warga Austria harus bersatu bersama-sama memerangi agitasi anti-Muslim

Nani Afrida   | 15.05.2019
Walikota Vienna mengutuk rasisme, sentimen anti-agama Walikota Vienna Michael Ludwig. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Askin Kiyagan

VIENNA

Walikota Wina, Austria mengutuk rasisme dan diskriminasi di negara itu Selasa, menyebut jenis-jenis agitasi terhadap Muslim mengkhawatirkan.

Michael Ludwig mengatakan saat buka puasa di Wina bahwa orang-orang di Austria harus bersatu melawan agitasi anti-Muslim dan warga Austria tidak boleh memiliki sentimen rasis atau anti-agama.

Ludwig mengatakan warga Austria dan komunitas Muslim negara itu harus berupaya hidup bersama dalam damai.

Menurut dia Austria secara resmi mengakui Islam dan setidaknya 700.000 Muslim tinggal di negara itu.

Ludwig mencatat bahwa rasisme dan diskriminasi karena keyakinan agama di Austria benar-benar membuat dia khawatir.

Secara terpisah, ketua komunitas Islam di Austria, Umit Vural, mengucapkan terima kasih kepada Ludwig atas makanan buka puasa yang disediakan oleh pemerintah kota Wina.

Vural mengatakan umat Islam sedang mengalami masa-masa sulit di Austria dan negara itu membutuhkan politik kesadaran lebih tinggi dari sebelumnya, dikarenakan provokasi dan agitasi terhadap Muslim terus meningkat.

Vural juga berbicara tentang kemungkinan larangan jilbab bagi siswa sekolah dasar di Austria yang akan dibahas parlemen pada Rabu.

Dia mengatakan politik tidak bisa memutuskan pakaian yang dikenakan orang.

Sebanyak 1.920 insiden rasis terjadi di Austria tahun lalu, menurut sebuah laporan yang dirilis pada bulan Maret.

Hampir 60 persen dari insiden rasis dan berbasis kebencian terjadi secara online, kata LSM Keberanian Sipil dan Anti-Rasisme Austria (ZARA).

Sebanyak 1.164 konten berbau rasis dibagikan di media sosial dan platform online lainnya.

ZARA menambahkan bahwa 16,3 persen serangan rasis terjadi di tempat-tempat umum sementara 7,9 persen dari mereka yang mengalami perlakuan rasis di sektor layanan dan hiburan.

Juga, 4,6 persen dari wacana rasis dan kebencian terjadi di media cetak dan politik.

Direktorat Keamanan adalah lembaga negara di mana perlakuan rasis paling banyak terjadi (4,3 persen).

Kebijakan diskriminatif, anti-imigran dan anti-Muslim dari pemerintah sayap kanan di Austria, yang telah berkuasa selama lebih dari setahun, telah menyebabkan peningkatan dramatis dalam insiden rasis, menurut angka terakhir.

ZARA telah bekerja selama 20 tahun untuk berkontribusi pada masyarakat tanpa rasisme.

* Ditulis oleh Can Erozden

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın