Maria Elisa Hospita
21 Agustus 2019•Update: 21 Agustus 2019
Muhammed Emin Canik
CARACAS
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengkonfirmasi bahwa pemerintahan Amerika Serikat telah menggelar sejumlah pertemuan rahasia untuk menyelesaikan konflik antara kedua negara.
“Selama beberapa bulan terakhir, sejumlah dialog antara pemerintahan Trump dan pemerintahan Bolivaria dilakukan di bawah pengawasan saya untuk menemukan solusi dari konflik antara kami dengan Kekaisaran Amerika Utara," ujar dia pada Selasa.
Dia menambahkan bahwa pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan AS.
Sebelumnya, pada Senin, Wakil Ketua Partai Sosialis Diosdado Cabello, tokoh nomor dua di pemerintahan Venezuela, membantah tuduhan bahwa dia sedang melakukan perundingan rahasia dengan pejabat AS.
Maduro juga menekankan bahwa dia akan selalu membela solidaritas Venezuela dan negaranya siap untuk berunding untuk menyelesaikan konflik.
"Tetapi jika Anda menyerang kami, kami akan merespons," tambah presiden Venezuela.
Venezuela telah diguncang krisis politik sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua.
Ketegangan pun memuncak pada 23 Januari, yakni ketika pemimpin oposisi Juan Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara.
Turki, Rusia, China, dan Iran telah menyatakan dukungan ke Maduro. Sementara Spanyol, Inggris, Prancis, Swedia, Jerman, Jepang dan Denmark mengikuti langkah AS dan Kanada dalam mengakui Guaido sebagai kepala negara.
*Ditulis oleh Sena Guler