Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 September 2018•Update: 07 September 2018
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Rezim Suriah sedang mempersiapkan senjata kimia yang akan meluncurkan serangannya di provinsi barat laut Idlib, kata utusan khusus AS untuk Suriah, James Jeffrey pada Kamis.
Situasi di Idlib "sangat berbahaya" dengan "banyak bukti bahwa senjata kimia sedang dipersiapkan," Jeffrey mengatakan kepada wartawan di Washington.
Pada 21 Agustus, AS, Inggris, dan Prancis berjanji untuk menanggapi secara tepat penggunaan lebih lanjut senjata kimia oleh Suriah.
Jeffrey mengatakan serangan apa pun oleh pasukan Suriah dan Rusia di wilayah itu akan menjadi "peningkatan yang gegabah".
Rezim Suriah baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer besar-besaran di daerah itu yang dikendalikan oleh berbagai kelompok oposisi bersenjata.
Pesawat tempur Rusia pada Selasa menggempur target sipil dan oposisi di Idlib.
Jeffrey mengatakan pemimpin Suriah Bashar al-Assad "tidak memiliki masa depan sebagai penguasa" tetapi bukan urusan Washington untuk menyingkirkannya.
AS akan tetap di Suriah sampai Daesh dikalahkan, yang menurut Jeffrey akan memakan waktu cukup lama.
Dia menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump "setuju" dengan komitmen untuk tetap berada di Suriah untuk mengalahkan kelompok teror.