Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 September 2018•Update: 08 September 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
British Airways sedang menyelidiki pelanggaran data setelah 380.000 data kartu pembayaran pelanggan dicuri saat melakukan pemesanan di internet, kata maskapai penerbangan itu pada Kamis.
"British Airways sedang menyelidiki, sebagai masalah yang mendesak, pencurian data pelanggan dari situs webnya, ba.com dan aplikasi seluler maskapai penerbangan," kata perusahaan penerbangan itu.
"Data yang dicuri tidak termasuk rincian perjalanan atau paspor," tambahnya.
Maskapai unggulan Inggris itu mengatakan kebocoran data terjadi pada 21 Agustus hingga 5 September 2018 dan menghimbau pelanggan untuk menghubungi bank atau penyedia kartu kredit mereka.
Maskapai penerbangan mengatakan bahwa mereka telah "berkomunikasi dengan pelanggan yang terkena dampak" dan telah "memberi tahu polisi dan pihak berwenang yang terkait."
Sistem teknologi informasi perusahaan terganggu pada Mei 2017 setelah lonjakan listrik sehingga 75.000 penumpang mengalami gangguan.