Astudestra Ajengrastrı
07 September 2018•Update: 07 September 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Amerika Serikat menjatuhkan sejumlah sanksi pada Kamis kepada beberapa individu dan entitas yang menyediakan dukungan kepada rezim Bashar al-Assad.
Pengumuman yang dibuat oleh Kementerian Luar Negeri dan dirilis di laman resmi Departemen Keuangan itu mengatakan bahwa seluruh individu dan entitas AS mulai saat ini dilarang melakukan bisnis dengan mereka.
Para individual yang disanksi adalah warga Suriah bernama Yasir ‘Abas, Adnan Al-Ali dan Muhammad al-Qatirji, serta warga Lebanon Fadi Nasser.
Sementara para entitas yang disanksi adalah Qatirji Company yang berbasis di Suriah, Nasco Polymers & Chemicals dari Lebanon dan Abar Petroleum Service SAL dan International Pipeline Construction dan Sonex Investments Ltd dari Uni Emirat Arab.
"Amerika Serikat akan terus menggunakan seluruh mekanisme yang ada untuk mengisolasi rezim Assad, sebuah pemerintahan yang secara sistematis telah menahan, menyiksa dan membunuh puluhan ribu warga sipil Suriah dalam merespons keinginan mereka yang sah dan damai dalam memperjuangkan kebebasan, hak, dan reformasi politik," ujar Kementerian Luar Negeri melalui pernyataan.
Rezim Suriah baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer ke provinsi di barat laut Suriah, Idlib, yang saat ini berada di bawah kendali beberapa kelompok oposisi bersenjata.
Pesawat-pesawat perang Rusia pada Kamis menyerang penduduk sipil dan target-target oposisi di Idlib.
Terletak di dekat perbatasan Turki, Idlib adalah rumah bagi lebih dari 3 juta warga Suriah, banyak warga sipil melarikan diri dari kota-kota lain setelah diserang oleh pasukan rezim.
Pada Kamis, Kepala Kemanusiaan PBB Mark Lowcock memperingatkan serangan semacam ini akan menghasilkan "bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21".