Muhammad Abdullah Azzam
09 Juli 2019•Update: 10 Juli 2019
Ali Cura
KIEV
Uni Eropa (UE) kembali menegaskan bahwa pihaknya mendukung kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas wilayah Ukraina.
Ukraina pada Senin menggelar KTT Ukraina-Uni Eropa ke-21 di ibu kota Kiev yang dihadiri oleh Presiden Ukraina Vladimir Zelenskiy, Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk dan Presiden Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker.
Usai pertemuan tersebut Kementerian Luar Negeri Ukraina mengeluarkan pernyataan secara tertulis yang mewakili Zelensky, Tusk dan Juncker.
Menurut pernyataan itu, masing-masing pihak menegaskan kembali tekad mereka untuk memperkuat integrasi ekonomi dan persatuan politik Ukraina dengan UE sesuai Perjanjian Kemitraan dan Kerjasama UE dan Perjanjian Perdagangan Bebas.
"UE menekankan dukungan dan komitmen yang tak tergoyahkan terhadap kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas teritorial Ukraina dalam kerangka perbatasan yang diakui oleh internasional," unkap pernyataan tersebut.
UE menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia pada 2014 sebagai tanggapan atas peran negara itu dalam konflik Ukraina.
Ukraina telah dilanda konflik sejak Maret 2014, setelah aneksasi Krimea oleh Rusia menyusul referendum kemerdekaan yang ilegal.
Majelis Umum PBB menyatakan pencaplokan Rusia sebagai tindakan melanggar hukum.
Aneksasi Rusia memicu kekuatan Barat, termasuk Amerika Serikat, untuk menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.
Bersama dengan Majelis Umum PBB, AS, UE dan Turki tidak mengakui Krimea sebagai wilayah Rusia.