Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Maret 2020•Update: 19 Maret 2020
Agnes Szucs
BRUSSELS
Uni Eropa pada Selasa menyetujui larangan perjalanan tidak penting selama 30 hari ke 27 negara anggotanya bagi warga negara-negara non-anggota sebagai upaya membendung penyebaran virus korona (Covid-19).
Sejumlah kepala negara dan pemerintahan Uni Eropa mengadakan konferensi video selama tiga jam untuk membahas langkah-langkah lebih lanjut dalam menanggulangi penyebaran virus dan mencegah dampak ekonomi.
Perjalanan ke Uni Eropa untuk warga negara non-anggota akan dibatasi selama 30 hari dan dapat diperpanjang.
"Semua warga negara Uni Eropa akan dibantu untuk pulang," kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel pada konferensi pers.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga mengklarifikasi bahwa warga negara Inggris dapat memasuki wilayah Uni Eropa, karena mereka masih dianggap sebagai warga negara Uni Eropa selama periode transisi pasca-Brexit sampai akhir tahun ini.
Warga negara-negara Eropa yang menjadi anggota zona Schengen juga masih diperbolehkan memasuki Uni Eropa.
"Para pemimpin Uni Eropa juga menyambut usulan Komisi Eropa tentang langkah-langkah ekonomi dan menjamin penyediaan barang antara negara-negara Eropa dengan membuat jalur hijau khusus di perbatasan untuk truk yang membawa makanan dan peralatan kesehatan," kata von der Leyen.
Banyak negara Uni Eropa telah menerapkan kembali kontrol perbatasan atau sepenuhnya menutup perbatasan untuk mencegah penyebaran virus yang sangat mengganggu pasar internal Uni Eropa.
Para pemimpin Uni Eropa juga sepakat untuk mengadakan konferensi video setiap minggu untuk membahas perkembangan terakhir sebagai bagian dari upaya memerangi virus.
Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan Eropa sebagai pusat virus baru, setelah sebelumnya berpusat dan muncul pertama kali di Wuhan, China, Desember lalu.