Rhany Chairunissa Rufinaldo
09 April 2019•Update: 10 April 2019
Vakkas Dogantekin
ANKARA
Uni Emirat Arab (UEA) telah melarang akses ke Skype, menurut perusahaan milik Microsoft itu.
"Situs web dan layanan kami telah diblokir oleh ISP [penyedia layanan internet] di Uni Emirat Arab. Itu berarti Anda tidak akan dapat menggunakan Skype di Uni Emirat Arab," kata Skype di situs webnya.
"Kami sedang berupaya mengaktifkan Skype kembali," tambahnya.
Warga UEA yang tinggal di luar negeri menuliskan keluhan mereka tentang larangan itu di Twitter.
"Sangat mengecewakan, Skype dilarang di UEA. Bagaimana kita bisa melakukan wawancara dan pertemuan? Sangat bertentangan dengan tujuan Visi 2021 & 2071," tulis kolumnis Sultan Al Qassemi dari Dewan Studi Timur Tengah.
Menanggapi saran dari warga UEA untuk menggunakan platform komunikasi lain yang membutuhkan Jaringan Pribadi Virtual (VPN), Qassemi meminta mereka untuk mematuhi hukum UEA, khawatir akan reaksi keras dari pihak berwenang.
"Saya tidak mendorong apa pun melawan hukum. Saya ingin pihak berwenang mengizinkannya secara legal. Saya tidak ingin ada yang melanggar hukum," kata Qassemi, yang berdomisili di AS.
Sebelumnya, aplikasi FaceTime miliki Apple juga telah di blokir di UEA selama bertahun-tahun.