Dunia

Ukraina desak Uni Eropa tetapkan tenggat keanggotaan

Ukraina menyatakan belum memiliki jaminan keamanan permanen meski mampu menahan laju Rusia

Melike Pala  | 25.02.2026 - Update : 25.02.2026
Ukraina desak Uni Eropa tetapkan tenggat keanggotaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

BRUSSELS

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan bahwa ketiadaan tanggal pasti aksesi Ukraina ke Uni Eropa dapat dimanfaatkan Rusia untuk “menghalangi Ukraina selama puluhan tahun dengan memecah belah Eropa”.

Dalam pidato melalui konferensi video di hadapan Parlemen Eropa pada sidang pleno luar biasa di Brussels, Selasa (24/2), yang menandai empat tahun sejak dimulainya perang, Zelenskyy menekankan pentingnya penetapan jadwal yang jelas bagi keanggotaan Ukraina di Uni Eropa sebagai bagian dari upaya diplomatik mengakhiri konflik dengan Rusia.

Ia menyampaikan terima kasih kepada negara-negara Eropa atas “perhatian yang konstan, dukungan yang konstan, dan sikap yang tegas” terhadap Ukraina.

“Kami tidak pernah memilih perang ini. Kami tidak memulainya dan tidak memprovokasinya, dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk menghentikannya,” ujar Zelenskyy. Ia menuduh Moskow berulang kali membawa “proyek anti-Eropa yang sangat kejam dan tanpa belas kasihan” ke benua tersebut.

Menurut dia, Ukraina saat ini menahan laju Rusia, namun belum memperoleh jaminan keamanan yang bersifat permanen. Ia menekankan keamanan hanya dapat dijamin “bersama di Eropa, bersama dengan Amerika”, di tengah tantangan menjaga persatuan transatlantik.

Zelenskyy menyebut penetapan tenggat waktu yang jelas untuk keanggotaan Uni Eropa sangat penting dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung guna mengakhiri perang.

“Ini bukan sekadar keinginan, ini adalah pemahaman yang jelas tentang bagaimana (Presiden Rusia Vladimir) Putin akan bertindak. Jika tidak ada tanggal, jika tidak ada jaminan seperti itu, ia akan menemukan cara untuk menghalangi Ukraina selama puluhan tahun dengan memecah belah Anda, dengan memecah belah Eropa,” katanya.

Ukraina secara resmi mengajukan permohonan keanggotaan Uni Eropa tidak lama setelah perang pecah pada Februari 2022 dan memperoleh status kandidat pada tahun yang sama.

Selain itu, Zelenskyy mendesak negara-negara Eropa menerapkan “seluruh spektrum perlindungan” terhadap Rusia, mulai dari sanksi keras hingga dukungan berkelanjutan bagi warga sipil yang terdampak serangan Rusia.

“Tidak boleh ada tempat di dunia bebas untuk minyak Rusia, kapal tanker Rusia, bank Rusia. Waktunya telah tiba untuk sepenuhnya melarang semua pihak yang terlibat dalam agresi Rusia dari seluruh Eropa,” ujarnya.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın