Maria Elisa Hospita
22 Januari 2021•Update: 25 Januari 2021
Ovunc Kutlu
ANKARA
Setelah menutup akun mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan ribuan anggota Partai Republik baru-baru ini, Twitter juga menangguhkan akun Majelis Nasional Venezuela yang dipilih oleh rakyat.
Sejak Kamis malam, halaman akun Twitter resmi Majelis Nasional Venezuela @LaNuevaAsamblea menunjukkan peringatan "akun ditangguhkan".
Twitter sejauh ini belum membuat pernyataan resmi terkait hal tersebut.
Majelis tersebut dibentuk setelah pemilihan 6 Desember 2020 yang dimenangkan oleh partai yang berkuasa dan partai sekutunya dengan lebih dari 67,6 persen suara.
Di sisi lain, Twitter justru tetap mengaktifkan akun mantan majelis oposisi, @AsambleaVE.
Mantan majelis dipimpin oleh Juan Guaido, seorang politikus oposisi yang telah mendeklarasikan dirinya sebagai presiden Venezuela pada 2019, sebuah langkah yang didukung oleh AS dan puluhan negara sekutunya, tetapi ditentang oleh mayoritas negara anggota PBB.
Pada 8 Januari, Twitter juga telah menangguhkan lebih dari belasan akun yang terkait dengan militer Venezuela dan pemerintah terpilih.