Muhammad Abdullah Azzam
16 Oktober 2019•Update: 16 Oktober 2019
Zuhal Demirci
ANKARA
Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengungkapkan zona aman yang ingin didirikan Turki, tidak akan membahayakan upaya perlawanan terhadap organisasi teroris Daesh.
Dalam sebuah wawancara di saluran televisi BBC, Jubir Kalin menekankan tujuan negaranya menggelar Operasi mata Air Perdamaian adalah menghancurkan koridor teror di perbatasan tenggara Turki dan membawa perdamaian dan ketenangan ke kawasan Suriah utara.
"Kami berperang melawan Daesh di Jarablus. Kami telah menangkap lebih dari lima ribu dari mereka serta memulangkan atau mendeportasi lebih dari delapan ribu anggota Daesh,” ujar Kalin.
"Turki sudah melumpuhkan tiga ribu militan Daesh di distrik Jarablus," kata dia.
"Kami akan terus bekerja untuk memastikan Daesh agar tidak kembali lagi. Baik itu di Irak, Suriah, atau di tempat lain," lanjut Kalin.
Jubir Presiden Turki mengungkapkan negaranya berusaha melindungi pengungsi Suriah dari serangan Daesh. Perjuangan melawan Daesh akan terus berlanjut dan tidak akan berhenti.
Selain itu, Turki akan terus bekerja sama dengan koalisi internasional anti-Daesh. Yakni dengan Eropa, Amerika Serikat, Iran, negara-negara Arab, Rusia dan yang lainnya.
“Karena Daesh adalah musuh bersama kami. Kami dari dahulu memerangi mereka dan akan terus melawan mereka," tutur Kalin.
Jubir Kalin mengatakan PKK/YPG menggunakan tahanan Daesh sebagai alat tawar-menawar dalam upaya jahat mereka.
Tahun 2016 lalu, Turki meluncurkan Operasi Perisai Eufrat, sebuah kampanye militer yang bertujuan untuk menumpas teroris Daesh dari wilayah perbatasan Turki-Suriah.
Operasi Perisai Eufrat Turki yang berlangsung selama tujuh bulan, dan berakhir dengan sukses pada bulan Maret 2017.
Operasi tersebut berhasil membebaskan areal seluas 2.000 kilometer persegi dari Daesh di utara Suriah.