Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Oktober 2019•Update: 17 Oktober 2019
Faruk Zorlu
ANKARA
Di tengah operasi anti-teror di Suriah utara, Turki pada Rabu mendesak negara-negara Uni Eropa untuk mempertegas tindakan mereka terhadap teroris PKK demi melindungi misi dan warganya dari kekerasan kelompok teror.
"Turki berharap negara-negara Eropa menunjukkan pertimbangan maksimal untuk melindungi keselamatan jiwa dan properti misi diplomatik, konsuler dan warga negara Turki di luar negeri serta melestarikan kepentingan Turki," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.
Kementerian itu menyatakan keprihatinan mendalam atas peningkatan jumlah demonstrasi dan aksi kekerasan yang dilakukan oleh faksi-faksi PKK terutama di negara-negara Eropa.
"Ketidakpedulian terhadap serangan teroris yang menargetkan tempat kerja, rumah, masjid dan misi komunitas Turki tidak bisa dijelaskan," tulis pernyataan itu.
Kementerian juga mengatakan Turki akan mengikuti dengan serius proses identifikasi, penuntutan dan hukuman para pelanggar.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Menurut Turki, kelompok teroris PKK dan cabangnya YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.