Muhammad Abdullah Azzam
12 Januari 2021•Update: 12 Januari 2021
Dilara Hamit
ANKARA
Para menteri luar negeri Turki dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) pada Senin mengundang Yunani untuk berpartisipasi dalam pertemuan pertama untuk membicarakan eksplorasi energi pada bulan ini.
Menekankan pembicaraan tentang masalah Siprus selama 52 tahun tidak menghasilkan apa-apa, Menlu Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kepada wartawan di Ankara bahwa negosiasi mengenai federasi telah selesai, dan kesetaraan kedaulatan harus dinegosiasikan di bawah solusi dua negara untuk pulau itu.
Sikap Turki dan TRNC tentang masalah ini sudah sangat jelas, ujar Cavusoglu.
Berbicara bersama Menteri Luar Negeri Turki Siprus Tahsin Ertugruloglu, yang mengunjungi Ankara pada Senin, Menlu Turki mengatakan mereka telah mengusulkan pertemuan 5+1 tak resmi yang terdiri dari PBB, pihak-pihak di Siprus dan negara-negara penjamin.
Mengenai pembicaraan eksplorasi selama bertahun-tahun antara Yunani dan negaranya, Cavusoglu mengatakan hingga saat ini 60 pertemuan telah diadakan, dan telah menghasilkan lebih dari 5.000 halaman dokumen.
Melalui negosiasi yang terhenti pada 2015, ketika Alexis Tsipras menjadi perdana menteri Yunani, Cavusoglu mengatakan bahwa dengan perkembangan terkini di Mediterania Timur, pembicaraan tersebut kembali menjadi agenda.
Yunani mengatakan mereka bisa memulai negosiasi setelah 11 Januari, tambah dia.
"Hari ini 11 Januari, dan Turki mengirimkan undangan kepada Anda," kata Cavusoglu.
"Mulai hari ini kami mengundang Yunani untuk pembicaraan penjajakan dengan pertemuan pertama yang dijadwalkan bulan ini. Kami adalah negara tuan rumah dan delegasi kami akan menentukan tanggal negosiasinya bersama dengan rekan-rekan mereka di Yunani. Hari ini kami siap untuk mendiskusikan semua hal seperti biasa, sebagai negara yang percaya diri," tutur dia.
Tak ada lagi negosiasi federasi
"Proses negosiasi antar-komunal di Siprus sudah selesai dan diskusi tentang federasi tidak mungkin lagi dilakukan," kata Menlu Siprus Turki Ertugruloglu.
Dia mengatakan tidak ada kedaulatan dalam federasi dan jika masyarakat berdaulat membentuk kemitraan sebagai pemilik negara berdaulat, itu akan menjadi konfederasi.
Ertugruloglu mengatakan mereka tidak akan melanjutkan pembicaraan yang gagal di tahun 2017 di Crans-Montana, Swiss, karena mengharapkan hasil yang berbeda dengan mengulangi hal yang sama sekali tidak masuk akal.
Dia menekankan bahwa mereka sampai pada proses ini melalui negosiasi di mana pihak Turki secara positif memandang model perjanjian yang dibawa oleh komunitas internasional, sementara pihak Yunani menolaknya.
Menlu Ertugruloglu mengatakan bahwa seluruh proses menjadi agenda dengan itikad baik dari pihak Turki, dalam usulannnya 5+1 itu.
Dia menambahkan bahwa mereka tidak ingin ada 52 tahun lagi untuk disia-siakan.