Handan Kazanci
14 April 2018•Update: 15 April 2018
Handan Kazanci
ANKARA
Turki menyambut serangan bersama yang dilakukan Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis terhadap rezim Assad setelah Assad melakukan serangan kimia yang menewaskan puluhan orang di Suriah beberapa waktu lalu.
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri Turki menyebut serangan udara tersebut sebagai "reaksi yang tepat".
"Kami menyambut baik operasi ini yang telah membangkitkan hati nurani manusia dalam menghadapi serangan di Douma, yang sebagian besar diduga dilakukan oleh rezim," kata kementerian itu.
“Serangan dengan senjata pemusnah massal, termasuk senjata kimia, yang tanpa pandang bulu dan menargetkan warga sipil merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.
“Rezim Suriah, yang telah menzalimi rakyatnya sendiri selama lebih dari tujuh tahun, baik itu dengan senjata konvensional atau kimia, memiliki rekam jejak kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang. Hati nurani masyarakat internasional tidak punya keraguan untuk itu, ”tambah keterangan itu lagi.
Kementerian juga mengatakan sangat penting bahwa "kejahatan semacam itu tidak dibiarkan begitu saja dan bahwa ada pertanggungjawaban untuk mencegah terulangnya kejahatan serupa".
Turki menyeru masyarakat internasional, terutama anggota Dewan Keamanan PBB, untuk mengambil langkah bersama dalam memastikan bahwa "penggunaan senjata kimia tidak luput dari hukuman".
Pada Jumat malam, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS, Inggris dan Prancis bersama-sama meluncurkan serangan yang menargetkan depot dan penyimpanan senjata kimia milik rezim Assad setelah dugaan serangan kimia menewaskan puluhan orang di luar Damaskus.
Serangan gabungan itu terjadi setelah White Helmets, sebuah badan pertahanan sipil, menyalahkan rezim Assad untuk serangan kimia, yang dikatakan menewaskan 78 warga sipil dan melukai ratusan lainnya.