Muhammad Abdullah Azzam
11 November 2020•Update: 12 November 2020
ANKARA
Presiden Turki pada Rabu mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pos militer bersama Turki-Rusia untuk memantau kesepakatan damai Karabakh.
Azerbaijan dan Armenia diketahui telah mengakhiri konflik bersenjata selama berminggu-minggu.
"Turki bersama Rusia akan bergabung dengan pasukan penjaga perdamaian di wilayah Karabakh untuk memantau implementasi kesepakatan tersebut," kata Recep Tayyip Erdogan pada pertemuan fraksi partainya di parlemen di ibu kota Ankara.
MoU dengan Rusia untuk pos yang akan didirikan di wilayah Azerbaijan yang dibebaskan dari pendudukan Armenia telah ditandatangani [Rabu] pagi ini, tambah Erdogan.
Dia melanjutkan bahwa dengan kesepakatan ini 28 tahun pendudukan di tanah Azerbaijan dan Karabakh secara resmi telah berakhir.
Mengacu pada artikel kesepakatan perdamaian yang ditengahi Rusia pada Selasa, Erdogan mengatakan sebuah jalan akan dibangun untuk menghubungkan Azerbaijan dan Daerah Otonomi Nakhichevan.
Presiden Turki juga mengucapkan selamat kepada Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan rakyat Azerbaijan atas pembebasan wilayah yang berada di bawah pendudukan Armenia.
Hubungan antara republik-republik bekas Soviet tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, juga dikenal sebagai Nagorno-Karabakh, sebuah wilayah yang diakui oleh internasional sebagai bagian dari Azerbaijan.
Bentrokan baru meletus pada 27 September, dan tentara Armenia menyerang warga sipil dan pasukan Azerbaijan, bahkan melanggar perjanjian gencatan senjata kemanusiaan, selama 44 hari.
Baku membebaskan beberapa kota dan hampir 300 permukiman serta desanya dari pendudukan Armenia sejauh ini.
Pada 10 November, kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi Rusia untuk mengakhiri pertempuran, dan sepakat menuju solusi yang komprehensif.
Turki menyambut baik gencatan senjata tersebut, yang merupakan hasil dari keberhasilan militer Baku dan telah memberikan keunggulan atas Yerevan untuk menyelesaikan perselisihan yang telah berlangsung selama tiga dekade tersebut.