Maria Elisa Hospita
09 April 2018•Update: 10 April 2018
Satuk Bugra Kutlugun
ANKARA
Turki mengutuk keras serangan kimia di wilayah Ghouta Timur, Suriah, pada Sabtu, yang menewaskan sedikitnya 70 warga sipil.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa rezim Bashar al-Assad "diduga kuat" menggunakan senjata kimia dalam serangan tersebut.
Menurut badan pertahanan sipil Helm Putih, pasukan rezim Assad menyerang distrik Douma di pinggiran kota Damaskus menggunakan gas beracun.
Kementerian menegaskan bahwa penggunaan serangan kimia telah menyalahi Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2118, 2209 dan 2235.
Pada 24 Februari, DK PBB mengadopsi Resolusi 2401 yang menyerukan gencatan senjata selama sebulan di Suriah -- terutama di Ghouta Timur -- untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.
Meskipun demikian, rezim Assad dan sekutu-sekutunya awal bulan ini meluncurkan serangan darat -- yang didukung kekuatan udara Rusia -- untuk menargetkan bagian-bagian Ghouta Timur yang dikuasai oposisi.
Ghouta Timur yang merupakan rumah bagi sekitar 400.000 jiwa, telah menderita karena kepungan rezim selama lima tahun terakhir.
Awal bulan ini, komisi penyelidikan PBB merilis laporan yang menuding rezim melakukan kejahatan perang di Ghouta Timur, termasuk penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil.