Chandni
09 April 2018•Update: 10 April 2018
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Pakistan dan Afghanistan menyetujui tujuh prinsip dasar untuk mengoperasikan sejumlah kelompok kerja di bawah rencana perdamaian bilateral, kata Kantor Urusan Luar Negeri pada Minggu.
Dalam kunjungan Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi ke Kabul pada Jumat pekan lalu, pemimpin kedua negara itu memastikan persetujuan untuk rencana aksi tujuh langkah untuk menciptakan perdamaian dan rekonsiliasi, seperti yang tertera dalam Rencana Aksi Perdamaian dan Solidaritas Afghanistan-Pakistan.
Menurut prinsip-prinsip yang disetujui, Pakistan akan mendukung proses rekonsiliasi yang dipimpin dan dirancang oleh Afghanistan sembari kedua pihak mengambil langkah-langkah konkret untuk menindak pemberontak yang mengancam perdamaian kedua negara.
Pakistan dan Afghanistan juga setuju menghindari pelanggaran wilayah darat dan udara masing-masing.
Pemimpin kedua negara juga setuju tidak lagi saling menuding secara publik dan menggunakan mekanisme sesuai rencana untuk menanggapi masalah dan kekhawatiran.
Kelompok-kelompok kerja itu akan dibentuk untuk menerapkan prinsip-prinsip sesuai rencana, sementara kedua pihak juga akan menunjuk utusan khusus yang bertugas sebagai penghubung, koordinasi, dan pengawas, lanjut pernyataan itu.
Pada Jumat, kepresidenan Afghanistan menerbitkan pernyataan yang mengatakan penasehat keamanan nasional dan menteri urusan luar negeri dari kedua negara akan menyelesaikan "rencana aksi perdamaian dan rekonsiliasi" itu.
Pada 28 Februari lalu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menawarkan perundingan perdamaian tanpa syarat kepada kelompok Taliban Afghanistan. Dia juga mengajak Pakistan untuk melupakan masa lalu dan membuka lembaran baru hubungan bilateral dengan tujuan menciptakan perdamaian.
Para Juli 2015 di Islamabad, Pakistan menjadi penengah dalam perundingan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban.
Sejak itu terjadi sejumlah upaya untuk melanjutkan perundingan perdamaian itu melalui empat negara, yakni Pakistan, Afganistan, AS, dan Tiongkok, namun belum membuahkan hasil.