Dilara Hamit
02 Mei 2020•Update: 04 Mei 2020
Berk Ozkan dan Orhan Onur Gemici
ISTANBUL
Turki pada Sabtu mengirim peralatan medis, termasuk ventilator baru buatan negara itu, ke Somalia untuk membantu negara Tanduk Afrika itu memerangi wabah virus korona.
Ventilator, yang dibuat dengan teknologi terbaru ini, akan menjadi ”nafas kehidupan bagi saudara-saudara kita di Somalia,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui Twitter.
Mengirimkan bantuan bukan masalah peradaban tetapi hati nurani, dia menambahkan, bagaimana kemampuan dan hati nurani bangsa Turki berdiri bersama yang tertindas dan yang membutuhkan.
Setelah upaya serius Turki untuk mengembangkan ventilator sendiri, yang berhasih dituntaskan bulan lalu, Somalia - yang tidak memiliki perangkat, sangat penting untuk memerangi virus korona - adalah negara asing pertama yang dikirimi ventilator.
Atas perintah presiden, bantuan yang disiapkan oleh Kementerian Pertahanan Nasional, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Industri dan Teknologi diangkut dengan pesawat Jumat malam dari Bandara Militer Etimesgut di Ankara, ibukota.
Bantuan tersebut mencakup sejumlah besar peralatan kesehatan preventif seperti 5.000 ventilator perawatan intensif yang diproduksi bersama oleh perusahaan-perusahaan Turki Biyosys, Baykar, Aselsan, dan Arcelik, di antaranya dengan kit diagnostik, overall, dan masker.
Menteri Industri dan Teknologi Mustafa Varank mengatakan bahwa masa-masa sulit telah mengajarkan bangsa Turki untuk percaya diri dan mengilhami negara tersebut untuk berbagi sesama.
Varank menekankan bahwa mereka menyaksikan keberhasilan kemajuan teknologi yang dimulai di bawah kepemimpinan Presiden Erdogan.
Paket-paket bantuan medis memuat cap presiden Turki bersama dengan bendera Turki dan Somalia dan pepatah terkenal oleh penyair dan mistikus abad ke-13 Mevlana Rumi: "Ada harapan setelah keputusasaan dan banyak matahari setelah kegelapan."
* Ditulis oleh Dilara Hamit di Ankara