Turki dukung GNA sebagai satu-satunya pemerintah sah di Libya
'Kami akan mendukung pemerintah saat ini sehingga rezim diktator tidak kembali,' tegas utusan khusus Turki untuk Libya Emrullah Isler
Ankara
Burak Dag
ANKARA
Turki mendukung satu-satunya pemerintah yang sah di Libya, yaitu pemerintah untuk Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB dan berbasis di Tripoli.
"Perdana Menteri Fayez Al-Sarraj adalah kepala pemerintahan Libya yang sah, yang diakui oleh masyarakat internasional. Sebagai kepala negara Libya, dia menghadiri semua pertemuan internasional termasuk PBB atas nama Libya," tegas utusan khusus Turki untuk Libya Emrullah Isler saat diskusi panel di Ankara.
“Turki telah menegaskan posisinya. Kami ingin demokrasi tetap bertahan di Libya. Turki akan mendukung pemerintah saat ini sehingga rezim diktator tidak kembali," kata dia lagi.
Awal bulan ini, Turki dan Libya meratifikasi perjanjian kerja sama militer dan keamanan antara kedua negara.
Sejak lengser dan wafatnya Muammar Khaddafi pada 2011, muncul dua kursi kekuasaan yang saling bersaing di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi yang diakui PBB dan masyarakat internasional.
Pada April, pasukan Khalifa Haftar yang berbasis di Libya Timur melancarkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari GNA, tetapi sejauh ini gagal mencapai kemajuan.
Menurut data PBB, lebih dari 1.000 orang terbunuh dan 5.000 lainnya terluka sejak awal operasi diluncurkan.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
