ANKARA
Turki memantau dengan cermat perkembangan di kota Kirkuk di Irak, dan perlindungan hak-hak warga Turkmen di sana sangat penting bagi pemerintah Turki, kata menteri pertahanan Turki pada Senin.
Kirkuk, bekas wilayah kekuasaan Ottoman, adalah kota penting di Irak yang memiliki populasi etnis Turkmen yang besar.
Penduduk Turkmen dan Arab khawatir kerja sama militer antara Baghdad dan Pemerintah Daerah Kurdi (KRG) Irak dapat mengarah pada pengerahan Peshmerga Kurdi di Kirkuk, yang terletak di luar wilayah KRG. Turki telah lama menentang upaya untuk mengubah susunan etnis kota secara artifisial.
Dalam konferensi video, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar juga mengatakan perjuangan Turki melawan terorisme terus berlanjut dengan tekad kuat meski cuaca dan medan sulit.
Tentara Turki akan menghancurkan semua basis teror dan tempat persembunyian, tegas dia, menambahkan bahwa operasi kontra-terorisme Turki akan berlanjut sampai teroris terakhir dinetralisir.
Dia mengatakan Turki bekerja secara konstruktif dengan Baghdad dan KRG, menambahkan bahwa Ankara menghormati hukum dan hak saat memerangi elemen teror di luar negeri – kemungkinan merujuk pada teroris PKK, yang sering bersembunyi di seberang perbatasan Turki dan Irak untuk merencanakan serangan teror.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa – telah bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.
"Kita harus mencapai tujuan bersama. Beginilah cara kita memastikan keamanan diri kita sendiri dan saudara-saudara Irak kita. Kami akan terus bekerja bahu-membahu," seru dia.
Ketegangan antara Ukraina dan Rusia
Terkait ketegangan antara Ukraina dan Rusia baru-baru ini di wilayah Laut Hitam, Akar mengatakan Turki sedang bekerja untuk memulihkan ketenangan di kawasan itu dan kedua belah pihak harus mempertahankan kegiatan mereka tanpa eskalasi sambil tetap berkomitmen pada perjanjian yang ada.
“Harapan kami adalah ketegangan antara Rusia dan Ukraina, serta NATO, akan diselesaikan sesegera mungkin dengan cara dan metode damai,” tukas dia.
Rusia baru-baru ini mengumpulkan pasukannya di sekitar perbatasan timur Ukraina.
Turki memiliki hubungan baik dengan Rusia dan Ukraina, dan juga telah membela integritas teritorial Ukraina setelah pencaplokan ilegal semenanjung Krimea pada 2014 oleh Rusia, dan kampanye separatis yang didukung Rusia di Ukraina timur.
news_share_descriptionsubscription_contact

