Muhammad Abdullah Azzam
28 Januari 2021•Update: 28 Januari 2021
Yasemin Kalyoncuoglu
ANKARA
Ahli senjata dan militer Turki terus membantu Libya menjinakkan dan menyingkirkan bahan peledak dan bom yang ditinggalkan oleh pasukan Khalifa Haftar.
Tim penjinak peledak Angkatan Udara Turki melanjutkan misi mereka di Libya sebagai bagian dari pelatihan militer dan pengaturan kerjasama antara kedua negara, kata pernyataan Kementerian Pertahanan Turki.
Tim penjinak bom membantu memastikan keamanan warga Libya, tambah pernyataan itu.
Pemerintah Turki dan Libya menandatangani perjanjian kerja sama keamanan pada November 2019.
Negara Afrika Utara itu dilanda perang saudara sejak penggulingan Muammar Gaddafi pada 2011.
Oktober lalu, pemerintah Libya yang diakui PBB dan pasukan jenderal Haftar mencapai gencatan senjata nasional, tetapi pemerintah telah mendokumentasikan beberapa pelanggaran HAM yang dilakukan oleh milisi Haftar.
Upaya internasional untuk penyelesaian politik permanen masih berlangsung.
Angkatan Bersenjata Turki juga telah melatih tentara Libya.