Serife Cetin
BRUSSELS
Turki akan memainkan peran utama dalam ekonomi dunia setelah pandemi Covid-19, kata seorang anggota kunci di Parlemen Uni Eropa.
“Kesuksesan Turki di bidang ekonomi hingga saat ini membuat negara itu berpeluang untuk memainkan peran yang jauh lebih besar di dunia setelah pandemi Covid-19,” ungkap Ryszard Czarnecki, anggota Parlemen Eropa dan kepala kelompok persahabatan Uni Eropa-Turki di Parlemen Eropa.
"Latar belakang Turki yang terbukti dalam proses ini memberikan kesempatan kepada negara itu untuk memainkan peran yang jauh lebih besar dalam ekonomi," ungkap Czarnecki kepada Anadolu Agency, dalam sebuah wawancara eksklusif.
Czarnecki mengatakan hubungan antara Uni Eropa dan Turki sudah ada sejak puluhan tahun lalu, dengan kebijakan itu yang membuat asosiasi untuk Masyarakat Ekonomi Eropa (EEC) pada tahun 1959, diikuti oleh Perjanjian Asosiasi pada tahun 1963.
Dia mengutip kata-kata Presiden Komisi Eropa saat itu Walter Hallstein yang menyebut perjanjian itu "sebuah peristiwa yang sangat penting secara politik" dan menyebut "Turki adalah bagian dari Eropa."
"Meski menjadi salah satu negara pertama yang membuat asosiasi dengan Komunitas Eropa, Turki tidak dapat bergerak cepat ke arah integrasi lebih lanjut" dalam setengah abad sejak itu, kata Czarnecki yang juga sebagai anggota Partai Hukum dan Keadilan yang berkuasa di Polandia.
"Banyak perkembangan politik yang kompleks di Turki dan Uni Eropa bertanggung jawab atas hal ini", jelas dia.
Czarnecki mengatakan perkembangan geopolitik pada 2020 telah menggeser kepentingan Turki dan Uni Eropa, dan kepentingan itu harus dikaji dan dikerjakan ulang oleh kedua belah pihak.
Uni Eropa dan Turki harus tinjau kepentingan bersama
Czarnecki mengatakan perkembangan geopolitik pada 2020 telah menggeser kepentingan Turki dan Uni Eropa, dan kepentingan itu harus ditinjau ulang oleh kedua belah pihak.
Ketua Kelompok Persahabatan Uni Eropa - Turki mengatakan topik utama diskusi antara Turki dan Uni Eropa adalah pembebasan visa dan memodernisasi serikat pabean.
Turki menekan pejabat Uni Eropa soal visa terutama sejak Maret 2016, dengan mengatakan hal itu dilakukan di bawah kesepakatan untuk membendung aliran migran gelap dalam menghadapi krisis.
Pejabat dan pemimpin bisnis Turki juga telah lama berpendapat untuk memperbarui serikat pabean 1995 dengan Uni Eropa yang sudah kedaluwarsa, yang akan menguntungkan ekonomi kedua belah pihak.
Ekonomi pasca-pandemi
Czarnecki menekankan banyak hal akan didefinisikan ulang dan dievaluasi kembali ketika umat manusia memenangkan pertarungan melawan Covid-19.
"Jelas pemerintah, perusahaan, dan warga akan mempertimbangkan masalah kesehatan dan hambatan perdagangan dalam berbagai cara," tambah dia.
Czarnecki mengatakan Turki dapat mengambil manfaat dari program pemulihan Eropa yang dipimpin Uni Eropa, dengan fokus pada pembangunan kembali ekonomi agar mereka lebih tangguh.
"Ini termasuk memikirkan kembali pembangunan ekonomi, politik, dan kedekatan sosial-politik," tutur dia.
Menyoroti keunggulan geopolitik Turki, Czarnecki mengatakan kedekatan geografis seperti itu memberi Turki kemampuan untuk berkontribusi ke Eropa yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan ekonomi Asia Timur.
Ditambah lagi dengan memungkinkan produksi mereka di Turki, produsen Eropa dapat menikmati kunjungan lapangan berbiaya rendah.
"Meski biaya produksi Turki lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara Asia Timur, tapi negara itu menawarkan nilai tukar yang menguntungkan," tambah dia.
"Dengan kedekatannya dengan pasar tunggal paling canggih di dunia, tenaga kerja kaliber tingkat tinggi, dan pengusaha yang paham bisnis, ini adalah peluang besar bagi Turki."
Kelompok Persahabatan Uni Eropa - Turki
Czarnecki mengatakan hubungan persahabatan antara negara asalnya, Polandia, dan Turki telah ada sejak zaman Ottoman.
"Kami di Polandia tidak pernah lupa bahwa setelah divisi Polandia [1795], Kekaisaran Ottoman selalu mengakui keberadaan Polandia dan menjaga kursi untuk duta besar Polandia di Porte Sublime," sebut dia.
"Saya juga ingin menggarisbawahi bahwa mantan Perdana Menteri kami Jaroslaw Kaczynski, presiden partai berkuasa kami saat ini, selalu mendukung aksesi Turki ke Uni Eropa," ujar dia.
Sebagai ketua baru Kelompok Persahabatan Uni Eropa-Turki di Parlemen Eropa, dia akan mencari cara untuk menyalakan kembali semangat pertukaran antara Turki dan Uni Eropa dalam situasi terkini.
“Kepentingan bersama kita adalah mencoba menjembatani perbedaan, belajar dari satu sama lain, dan melihat apa yang dapat kita sepakati,” tutur dia.
Czarnecki mengatakan kelompok persahabatan itu akan mencoba menangani masalah-masalah ini dengan menyatukan masyarakat sipil dari semua sisi, dengan fokus pada budaya dan olahraga.
"Kami berharap bahwa kami dapat berkontribusi untuk meningkatkan hubungan Uni Eropa dan Turki di masa depan," tukas dia.