Maria Elisa Hospita
25 Juni 2020•Update: 25 Juni 2020
Diana Shalhoub
LONDON
Amnesty International mendesak otoritas Arab Saudi untuk membebaskan aktivis hak asasi perempuan "dengan segera dan tanpa syarat", termasuk mereka yang dihukum karena mengemudi.
Pada Kamis, Kerajaaan Saudi memperingati dua tahun berakhirnya larangan mengemudi bagi perempuan.
"Sudah hampir dua tahun berlalu sejak pemerintah Saudi menahan Loujain al-Hathloul, Faith al-Nafjan, Aziza al-Yousef, dan sekelompok aktivis perempuan Saudi hanya karena menuntut kesetaraan dan membela hak-hak mereka," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
"Selama tiga bulan pertama, sejumlah aktivis perempuan yang ditahan mengalami penyiksaan, pelecehan seksual, dan perlakuan sewenang-wenang lainnya. Mereka bahkan dikurung dalam sel isolasi tanpa akses ke keluarga atau pengacara mereka," terang Amnesty.
Hingga 24 Juni 2018, Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang mencegah perempuan mengemudikan kendaraan.
Amnesty Inggris kemudian meluncurkan kampanye "Beep For Freedom" untuk mendukung para pejuang hak-hak perempuan yang dianiaya.
Kampanye ini mengajak semua orang di dunia membagikan foto diri mereka di belakang kemudi mobil atau membagikan simbol klakson mobil.