Ekip
24 Desember 2021•Update: 25 Desember 2021
TEHERAN
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian pada Kamis mengumumkan kesiapan Teheran untuk mengambil bagian dalam putaran berikutnya pembicaraan pelonggaran ketegangan dengan Arab Saudi yang ditengahi oleh Irak.
Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Menlu Irak Fuad Hussein di Teheran, Amir-Abdollahian mengatakan Teheran mempresentasikan "seperangkat proposal praktis" kepada Riyadh, yang dipandang "positif" oleh otoritas Saudi, membuka jalan bagi putaran berikutnya pembicaraan di Bagdad.
Pembicaraan yang bertujuan untuk memulihkan hubungan diplomatik antara dua musuh lama, yang dimulai pada April, terhenti setelah pemilihan umum di Irak pada Oktober.
Menlu Iran mengatakan negaranya siap untuk memfasilitasi kunjungan delegasi teknis untuk membuat persiapan yang diperlukan untuk normalisasi hubungan diplomatik dengan Arab Saudi.
Amir-Abdollahian juga mencatat bahwa Iran pekan lalu menerima persetujuan pemerintah Saudi atas visa tiga diplomat Iran yang akan ditempatkan di markas Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah.
Menteri luar negeri Iran lebih lanjut mengatakan Teheran sedang menunggu tanggapan dari otoritas Saudi atas apa yang disebutnya "pemulangan tertunda" utusan Iran untuk Houthi di Yaman.
Hassan Irlou, seorang diplomat dan mantan komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) yang minggu lalu diterbangkan ke Teheran setelah tertular Covid-19, meninggal di sebuah rumah sakit Teheran pada Selasa.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan utusan itu meninggal karena komplikasi virus ketika dia dipindahkan ke Teheran dalam "keadaan buruk" dan karena kerjasama yang terlambat dari beberapa negara, dalam referensi terselubung ke Arab Saudi.
Masalah ini kemungkinan akan mempengaruhi upaya yang sedang berlangsung untuk menengahi kesepakatan antara kedua belah pihak.
Menlu Irak, dalam sambutannya, mengatakan Arab Saudi dan AS telah bekerja sama dalam memindahkan utusan Iran ke Teheran dari Yaman, mengungkapkan rasa terima kasih kepada mereka.
Fuad Hussein melanjutkan dengan mengatakan bahwa waktunya telah tiba untuk "pembicaraan langsung" antara Teheran dan Washington mengenai kesepakatan nuklir 2015 dan penghapusan sanksi, menawarkan untuk menengahi itu.
Dalam sambutannya, Amir-Abdollahian mengecam negara-negara EU3 (Prancis, Jerman, dan Italia), khususnya Prancis, atas apa yang disebutnya "peran tidak konstruktif" dalam pembicaraan Wina yang sedang berlangsung, sambil memuji upaya perwakilan UE dan koordinator negosiasi Enrique Mora.
Sementara itu, Mora dalam sebuah cuitan pada Kamis mengumumkan bahwa putaran kedelapan pembicaraan di Wina akan dilanjutkan pada 27 Desember, setelah liburan Natal, "untuk membahas dan menentukan jalan ke depan."