Michael Hernandez
14 Juni 2018•Update: 15 Juni 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Donald Trump pada hari Rabu mengklaim bahwa Korea Utara "tidak lagi menjadi ancaman Nuklir" setelah menyetujui kesepakatan dengan pemimpin negara itu, Kim Jong-un, di Singapura.
Kritikus mengindikasi Trump telah terlalu banyak berkorban untuk mendapatkan rancangan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea di masa depan, tetapi Trump telah mantap dengan pandangannya Rabu pagi setelah dia kembali dari Asia.
"Semua orang sekarang dapat merasa jauh lebih aman daripada hari ketika saya menjabat," kata Trump lewat akun twitternya kemarin pagi.
"Tidak ada lagi ancaman Nuklir dari Korea Utara. Bertemu dengan Kim Jong Un adalah pengalaman yang menarik dan sangat positif. Korea Utara memiliki potensi besar untuk masa depan!"
Media resmi Korea Utara pada hari Rabu merayakan hasil penting dari pertemuan hari sebelumnya antara Trump dan Kim, termasuk pendekatan bertahap untuk denuklirisasi Korea Utara dan harapan bahwa Kim akan mengunjungi Gedung Putih.
Kedua pemimpin "dengan senang hati" menerima undangan timbal balik satu sama lain, menurut kantor berita KCNA milik Pyongyang. Kunjungan semacam itu yang melibatkan pemimpin AS dan Korea Utara belum pernah terjadi sebelumnya.
Sementara Kim dan Trump tampak senang dengan kesepakatan luas mereka bahwa Korea Utara akan denuklirisasi sebagai imbalan jaminan keamanan untuk Amerika, kesepakatan mereka tidak membuat rencana yang jelas tentang target awal Washington yang ingin menghapus senjata nuklir Korut "secara keseluruhan, dapat dipastikan dan tidak dapat dibuat kembali".
Sebaliknya, kesepakatan yang terjadi tampak mengikuti visi yang dinyatakan Kim untuk melakukan perubahan bertahap.
Pyongyang sebelumnya mampu mengklaim kemenangan dengan mengakhiri latihan militer bersama antara AS-Korea Selatan, yang selama bertahun-tahun telah disepakati oleh Seoul dan Washington sebagai bentuk kerjasama pertahanan.
Setelah pada hari Selasa mengklaim bahwa permainan perang telah menjadi "mahal dan provokatif", Trump bercuit di Twitter pada hari Rabu dan mengatakan AS "menghemat kekayaan dengan tidak melakukan permainan perang, selama bisa bernegosiasi dengan itikad baik - yang telah dilakukan oleh kedua belah!"
"Sebelum saya menjabat orang-orang mengasumsikan bahwa kami akan berperang dengan Korea Utara. Presiden Obama mengatakan bahwa Korea Utara adalah masalah terbesar dan paling berbahaya. Itu tidak lagi - tidurlah dengan nyenyak malam ini!" kata Trump.