Michael Gabriel Hernandez
14 Juni 2023•Update: 19 Juni 2023
WASHINGTON
Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa mengaku tidak bersalah atas 37 dakwaan yang diajukan oleh jaksa federal terkait dengan dugaan penyimpanan catatan rahasia pemerintah setelah dia meninggalkan jabatannya.
Trump memasukkan pembelaannya seperti yang diharapkan di gedung pengadilan federal di Miami, Florida, menurut beberapa laporan.
Dia akan menyampaikan orasi kepada publik pada Selasa malam dari klub golfnya di Bedminster, New Jersey.
Trump menjadi mantan presiden AS pertama yang menghadapi dakwaan federal ketika dia didakwa oleh dewan juri Florida pekan lalu. Dia menghadapi dakwaan terpisah terkait dengan urusan bisnisnya di New York.
Ke-37 dakwaan tersebut termasuk 31 penyimpanan informasi pertahanan nasional yang disengaja, yang sebagian besar terkait dengan dokumen yang disita ketika FBI mengeluarkan surat perintah penggeledahan di perkebunan Mar-a-Lago miliknya pada 8 Agustus tahun lalu.
Sebelas dakwaan terkait dengan dokumen yang diserahkan kepada penyelidik FBI oleh pengacara Trump pada bulan Juni.
Penyelidikan dimulai setelah Badan Arsip dan Arsip Nasional mengambil 15 kotak arsip pemerintah, termasuk 184 dokumen rahasia, pada Januari. Badan itu kemudian menyerahkan mereka ke FBI.
Trump menghadapi tuduhan konspirasi tambahan untuk menghalangi keadilan bersama Waltine Nauta, seorang penasehat militer untuk Trump selama berada di Gedung Putih yang kemudian menjadi asisten pribadi setelah dia meninggalkan jabatannya pada Januari 2021.
Orang-orang itu juga didakwa menahan dokumen atau catatan, menyembunyikan dokumen atau catatan secara ilegal, serta menyembunyikan dokumen dalam penyelidikan federal dan melakukan skema untuk menyembunyikannya.
Trump dan Nauta secara terpisah masing-masing didakwa dengan satu tuduhan membuat pernyataan palsu kepada penyelidik federal. Surat dakwaan diajukan pada Kamis lalu di Distrik Selatan Florida setelah dikembalikan oleh dewan juri.
Trump telah menyatakan bahwa kasus terhadapnya bermotivasi politik, tuduhan yang dibantah oleh Penasihat Khusus Jack Smith yang disadap untuk melakukan penyelidikan federal secara independen oleh Jaksa Agung AS Merrick Garland pada November.
Berbicara setelah surat dakwaan dibuka hari Jumat lalu, Smith mengatakan penerapan hukum AS, dan kumpulan fakta "menentukan hasil penyelidikan. Tidak lebih, tidak kurang."
"Kami memiliki satu set undang-undang di negara ini, dan itu berlaku untuk semua orang," ujar dia, sambil berjanji untuk "mengusahakan pengadilan cepat atas masalah ini sesuai dengan kepentingan publik dan hak-hak terdakwa."