Politik, Dunia

Trump jadi presiden AS pertama yang punya catatan kriminal

Mantan Presiden AS Donald Trump membuat sejarah sebagai presiden AS pertama yang diambil foto karena punya catatan kriminal

Iclal Turan  | 25.08.2023 - Update : 29.08.2023
Trump jadi presiden AS pertama yang punya catatan kriminal

WASHINGTON

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Fulton County, Georgia pada Kamis untuk didakwa atas tuduhan upaya membatalkan hasil pemilihan presiden tahun 2020 di negara bagian tersebut.

Dia dibebaskan dengan jaminan USD200.000 hampir 20 menit setelah ditahan di Penjara Fulton County, di mana dia diambil sidik jarinya dan diambil fotonya, dan dia menjadi presiden AS pertama dalam sejarah yang diambil fotonya karena sebuah kasus dakwaan.

Menyebut itu adalah “hari yang sangat menyedihkan bagi Amerika,” dia mengatakan kepada wartawan di bandara Atlanta bahwa penangkapannya adalah contoh “campur tangan terhadap pemilu [yang akan datang].”

"Apa yang terjadi di sini adalah parodi keadilan. Kami tidak melakukan kesalahan apa pun. Saya tidak melakukan kesalahan apa pun, dan semua orang tahu bahwa saya tidak pernah mendapat dukungan seperti itu," ujar dia.

“Kami mempunyai hak untuk menentang pemilu yang kami anggap tidak jujur,” sebut dia sebelum menaiki jet ‘Trump Force One’ miliknya.

Kemudian, Trump memposting tweet pertamanya di platform media X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, sejak 8 Januari 2021, membagikan foto-foto pertamanya dengan catatan bertuliskan "GANGGUAN PEMILU", "JANGAN PERNAH MENYERAH!"

Akun Trump di platform media sosial diaktifkan kembali oleh CEO-nya Elon Musk akhir tahun lalu, keputusan Musk itu membatalkan blokir terhadap akun mantan presiden AS yang diberlakukan pada Januari 2021 atas perannya dalam pemberontakan di DPR AS pada 6 Januari.

Trump menghadapi 13 dakwaan pidana, termasuk pelanggaran terhadap Undang-Undang RICO negara bagian Georgia, permintaan pelanggaran sumpah oleh pejabat publik, konspirasi untuk meniru identitas pejabat publik, dan konspirasi untuk membuat pernyataan palsu.

Trump, seperti 18 orang lainnya yang didakwa oleh Jaksa Wilayah Fulton County Fani Willis awal bulan ini, menghadapi batas waktu pada Jumat untuk menyerah atau diberikan surat perintah penangkapan.

Mantan pengacara Trump Rudy Giuliani dan Sidney Powell menyerahkan diri pada hari Rabu.

Semua terdakwa lainnya dituduh menjadi bagian dari konspirasi kriminal yang berupaya memanipulasi hasil pemilu Georgia dan negara bagian lain secara ilegal dengan tujuan mempertahankan kekuasaan Trump.

Trump kini telah didakwa empat kali di pengadilan negara bagian dan federal sejak dia meninggalkan jabatannya.

Tuduhan tersebut seputar pembayaran uang tutup mulut kepada bintang film dewasa, upaya untuk membatalkan hasil pemilu nasional, penyimpanan dokumen rahasia secara tidak sah, dan upaya untuk mencegah penyelidik menyelesaikan tugasnya.

Penyelidikan Willis dipicu oleh panggilan telepon yang dilakukan Trump pada Menteri Luar Negeri Georgia Brad Raffensperger pada 2 Januari 2021.

Dalam percakapan tersebut, Trump mendesak pejabat senior negara bagian tersebut untuk “mendapatkan 11.780 suara,” jumlah yang dibutuhkan Trump untuk memenangkan pemilu di negara bagian tersebut. Rekaman panggilan tersebut kemudian bocor ke media.

Investigasi selanjutnya mencakup penyelidikan terhadap pemilih lokal palsu yang berusaha mengesahkan hasil pemilu palsu yang menguntungkan Trump.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.