Maria Elisa Hospita
14 Mei 2019•Update: 15 Mei 2019
Sena Guler
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas perkembangan terbaru di Idlib, Suriah, dengan rekan sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin, pada Senin.
Erdogan menyampaikan keprihatinannya tentang pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Bashar al-Assad di zona de-eskalasi (Idlib) selama dua pekan terakhir.
Menurut Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki Fahrettin Altun, Erdogan menegaskan bahwa menargetkan warga sipil, sekolah, dan rumah sakit tidak bisa dianggap sebagai aksi melawan terorisme.
Dia juga menekankan bahwa rezim Assad berupaya menyabotase kerja sama Turki-Rusia dan merongrong semangat perjanjian Astana, yang dapat membahayakan pembentukan Komite Konstitusi di Suriah dan proses politik.
Baik Erdogan maupun Putin menegaskan kembali komitmen mereka terhadap Perjanjian Sochi.
Pada September lalu, keduanya sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi dilarang keras.
Suriah telah dilanda konflik berkepanjangan sejak 2011, ketika rezim Assad menindak demonstran dengan brutal.