Hayati Nupus
24 Juli 2019•Update: 25 Juli 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan para senator Republik pada Selasa di Gedung Putih untuk membahas pembelian sistem pertahanan udara S-400 Rusia oleh Turki.
Pertemuan dengan 45 senator, termasuk Lindsey Graham, Ted Cruz, Mitch McConnell, Rand Paul, Marco Rubio dan Todd Young itu berlangsung selama 90 menit.
Mereka mendiskusikan UU Sanksi Penentang Amerika (CAATSA), aturan federal soal hukuman potensial terhadap Turki atas pembelian misil Rusia.
Sejauh ini, Gedung Putih belum memberikan pernyataan.
Pada Kamis, Trump membuat serangkaian komentar yang bertentangan soal apakah AS akan menjatuhkan sanksi pada Turki.
Awalnya dia mengatakan bahwa sanksi tak ada dalam pertimbangan sekarang sebelum kemudian mengatakan pada wartawan “kami sedang mempelajari”.
Presiden mengatakan situasi amat sangat sulit dan menyalahkan pendahulunya, mantan Presiden Barack Obama, atas pertengkaran itu.
Pekan lalu, pemerintahan Trump memulai proses untuk mengeluarkan Turki dari program jet tempur F-35 atas akuisisi sistem S-400 terkait konflik besar dengan sekutu penting NATO.
Upaya itu dijadwalkan rampung pada akhir Maret 2020.
Menyusul upaya berlarut-larut untuk membeli sistem pertahanan udara dari AS tanpa hasil, pada 2017, Ankara menandatangani kontrak untuk membeli S-400 dari Rusia.
Pejabat AS berpendapat bahwa sistem Rusia tak sesuai dengan sistem NATO dan mengekspos F-35 terhadap kemungkinan dalih Rusia.
Turki menekankan S-400 tak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi.
Konflik itu mendesak pembentukan kelompok kerja untuk mengklarifikasi persoalan teknis, namun AS gagal menanggapi proposal tersebut.
AS mengancam akan menjatuhkan sanksi atas pembelian tersebut, dan Turki merespons bahwa sanksi apa pun akan dipenuhi dalam bentuk barang.
Pengiriman komponen S-400 dilakukan sejak 12 Juli hingga April 2020.