Gökhan Varan
30 April 2021•Update: 30 April 2021
ANKARA
Acara Debat Virtual Forum TRT World pada Kamis mengadakan diskusi untuk memperingati 10 tahun kedatangan pengungsi Suriah pertama di Turki.
Berbicara di forum tersebut, Hasiba Ammar, manajer operasional untuk organisasi nirlaba yang berbasis di Istanbul, Rizk Professional Development, mengatakan bahwa setiap masalah pengungsi Suriah itu penting, tetapi pekerjaan untuk mengatasi masalah itu menempati urutan teratas.
Menjadi salah satu warga Suriah yang berlindung di Turki, dokter Ammar mengatakan setelah kedatangan mereka, mereka memutuskan untuk belajar bahasa Turki untuk berintegrasi dalam masyarakat.
"Kami memilih hidup dan kami harus menjalaninya dengan benar," tutur dia.
Berbicara tentang proyek yang diprakarsai oleh asosiasi mereka, Ammar mengatakan bahwa mereka memberikan banyak layanan untuk pemberdayaan ekonomi pengungsi Suriah.
"Kami berkonsentrasi pada ketenagakerjaan dan pelatihan kejuruan bagi pengungsi Suriah. Sebenarnya hingga saat ini kami telah mendaftarkan lebih dari 53.000 pengungsi Suriah di Turki. Kami telah memberikan lebih dari 5.000 pelatihan kejuruan," ujar dia.
Dia menambahkan bahwa mereka telah mempekerjakan 20.000 orang.
Ammar mencatat bahwa sebuah organisasi bernama Forum Suriah mendukung proyek mereka dan membantunya tumbuh.
Diskusi bertema; 10 Years On: Syria Refugees in Turkey, disiarkan langsung di akun Instagram TRT World Forum.
Suriah dilanda perang saudara sejak awal 2011 ketika rezim menindak pengunjuk rasa pro-demokrasi.
Ratusan ribu orang telah tewas dan lebih dari 10 juta tetap mengungsi, menurut perkiraan PBB.
Turki menampung lebih dari 3,6 juta pengungsi - lebih banyak dari negara mana pun di dunia.