Rhany Chairunissa Rufinaldo
06 September 2019•Update: 09 September 2019
James Reinl
NEW YORK
Jaringan ritel Amerika Serikat Walgreens, CVS dan Wegmans pada Kamis mengikuti jejak ritel lainnya yang melarang pelanggan untuk tidak lagi membawa senjata api secara terbuka di toko mereka.
Langkah ini menandai perubahan dalam kebijakan senjata setelah beberapa penembakan massal yang mematikan di Amerika Serikat.
Awal pekan ini, Walmart, ritel terbesar di negara itu, melarang pelanggan membawa senjata api ke tokonya dan mengatakan akan berhenti menjual amunisi untuk pistol dan beberapa jenis senapan di toko-toko mereka.
Dalam sebuah pernyataan, jaringan toko obat Walgreens mengatakan pihaknya bergabung dengan ritel lainnya dalam melarang pelanggan untuk secara terang-terangan membawa senjata api ke toko kami selain pejabat penegak hukum yang berwenang.
Dalam sebuah cuitan di Twitter, jaringan supermarket Wegmans mengatakan tidak ada yang lebih penting daripada keamanan pelanggan dan karyawannya.
"Melihat seseorang dengan pistol bisa mengkhawatirkan dan kami tidak ingin ada yang merasa seperti itu di Wegmans. Karena alasan ini, kami lebih suka pelanggan tidak membawa senjata api ke toko kami secara terang-terangan," kata Wegmans.
Sementara itu, jaringan toko obat CVS juga mendukung upaya individu dan kelompok yang bekerja untuk mencegah kekerasan senjata dan terus meninjau kebijakan dan prosedur untuk memastikan toko mereka tetap menjadi lingkungan yang aman.
"Kami bergabung dengan sejumlah bisnis yang semakin berkembang dalam meminta agar pelanggan, selain personel penegak hukum yang berwenang, tidak membawa senjata api ke toko kami," tulis pernyataan itu.
Perusahaan ritel AS menghadapi tekanan dari para juru kampanye, pelanggan dan karyawan untuk mengambil tindakan terhadap kekerasan senjata setelah serangkaian penembakan massal dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pembantaian 3 Agustus di sebuah toko Walmart di El Paso, Texas.