Emre Gürkan Abay
21 November 2017•Update: 22 November 2017
Emre Gürkan Abay
MOSKOW, Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad di Sochi, Rusia, pada Selasa, guna membahas penyelesaian konflik di Suriah, menurut pernyataan resmi kantor kepresidenan Kremlin.
Kedatangan Assad ini dua hari sebelum pertemuan trilateral antara kepala negara Rusia, Turki, dan Iran.
Putin, Recep Tayyip Erdogan, dan Hassan Raouhani akan bertemu pada Rabu di Sochi untuk membahas proses penyelesaian konflik di Suriah, sebagai kelanjutan dari kerja sama Perundingan Astana.
Pertemuan ini juga akan melibatkan para kepala militer, yakni Kepala Staf Umum Turki Jenderal Halusi Akar, Kepala Staf Umum Rusia Jenderal Valery Gerasimon, dan Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dari Iran.
“Saya ingin mendiskusikan prinsip-prinsip peluncuran Kongres Nasional Suriah, yang akan Anda dukung,” kata Putin kepada Assad, menurut pernyataan resmi Kremlin.
Putin juga meminta penilaian Assad atas proses politik Suriah yang dilakukan di bawah naungan PBB itu.
Assad, dalam kesempatan itu, memuji Perundingan Astana dan berkata, “Berkat proses Astana, kami telah membuat zona deeskalasi, dan pada akhirnya akan memulai dialog mendalam dengan oposisi untuk pertama kalinya.”
Rusia dan Turki, bersama dengan Iran, adalah negara penjamin yang berhasil menciptakan gencatan senjata di Suriah pada Desember 2016, yang pada akhirnya memprakarsai terjadinya Perundingan Astana di Kazakhstan yang berjalan paralel dengan diskusi PBB di Jenewa untuk menemukan solusi dari perang sepanjang enam tahun di Suriah.
Assad menambahkan, Rusia memberi kontribusi atas penyelesaian politik di Suriah dalam kerangka Piagam PBB sambil tetap menghormati kedaulatan negara tersebut.
Dia juga mengatakan, Suriah siap melakukan dialog dengan pihak manapun yang tertarik menciptakan penyelesaian politik di sana.
Assad menambahkan, Suriah bergantung pada dukungan Rusia untuk memastikan “pihak luar tidak mencampuri proses politik ini”.
Masih menurut rilis Kremlin, Putin lalu memperkenalkan Assad kepada pejabat Kementerian Pertahanan dan Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia.