Muhammad Abdullah Azzam
30 Juli 2019•Update: 30 Juli 2019
Gülşen Topçu
TRIPOLI
Pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA) menghantam pasukan Khalifa Haftar di selatan Tripoli, ungkap pernyataan pasukan GNA yang menggelar operasi militer "Burkan al-Ghadab".
Juru Bicara pasukan GNA, Muhammad Kununu mengungkapkan melaui media sosial bahwa pihaknya melancarkan empat serangan ke distrik Ayn Zara dan daerah Mizda di selatan kota Giryan.
Pernyataan itu tak memberikan informasi apakah serangan itu menyebabkan kerusakan materi atau korban jiwa.
Dalam pernyataan sebelumnya, pasukan Libya mengumumkan telah menghantam pesawat tanpa awak, pesawat kargo militer dan sistem pertahanan milik pasukan Khalifa Haftar di pangkalan udara Al Jufra yang digunakan untuk membombardir ibu kota Tripoli.
Haftar menggunakan pangkalan udara tersebut untuk mengoperasikan pesawat tanpa awak yang digunakan untuk menyerang wilayah sipil di ibu kota.
Libya masih dilanda krisis kekerasan sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan terbunuhnya Presiden Muammar Khaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan - satu di Al-Bayda dan satu lagi di Tripoli - bersama dengan sejumlah kelompok milisi bersenjata berat.
Pada Senin, Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB mengatakan sedikitnya 76 orang, termasuk 24 warga sipil, tewas sejak bentrokan pecah di Tripoli.
GNA menuduh pasukan pimpinan Haftar yang berbasis di Libya Timur berada dibalik serangan tersebut.
Pemimpin pasukan militer di timur Libya Komandan Khalifa Haftar menginstruksikan penyerangan pada 4 April untuk mengambil alih ibu kota Tripoli, sedang pasukan GNA meluncurkan operasi "Burkan al-Ghadab".