Muhammad Abdullah Azzam
03 Juni 2020•Update: 03 Juni 2020
Mucahit Aydemir
ANKARA
Militer Libya menghantam milisi Jenderal Khalifa Haftar di Tripoli selatan, menurut laporan Tentara Libya pada Selasa.
Tentara Libya melancarkan serangan udara terhadap dua unit milisi di dekat kota Gharyan, 100 km selatan Tripoli, kata Operasi Burkan Al-Ghadab (Gunung Api Kemarahan) yang dipimpin pemerintah Libya.
Dua kendaraan militer milik Haftar hancur dalam serangan udara itu.
Dalam pernyataan lain, juru bicara militer Mohammed Qanunu mengatakan 12 anggota milisi Haftar dikalahkan dalam lima serangan udara terpisah selama 24 jam terakhir di dekat kota Esabia, Tripoli selatan.
Sebanyak tujuh kendaraan militer pasukan Haftar, satu kendaraan transportasi amunisi dan satu kendaraan lapis baja buatan Uni Emirat Arab juga hancur dalam serangan udara itu, tambah Qanunu.
Pemerintah Libya yang diakui secara internasional, juga dikenal sebagai Pemerintah Kesepakatan Nasional, diserang oleh pasukan Haftar sejak April 2019.
Pada Maret kemarin, pemerintah Libya meluncurkan Operasi Badai Perdamaian untuk melawan serangan Haftar, dan baru-baru ini merebut kembali lokasi-lokasi strategis, termasuk pangkalan udara Al-Watiya.
Pada Selasa, Misi Dukungan PBB di Libya (UNSMIL) mengatakan Haftar menyetujui perundingan gencatan senjata.
Libya dihancurkan oleh perang saudara sejak penggulingan mendiang penguasa Muammar Gaddafi pada 2011.
Pemerintah baru Libya didirikan pada 2015 berdasarkan perjanjian yang dipimpin oleh PBB, tetapi upaya untuk penyelesaian politik jangka panjang gagal karena serangan militer oleh pasukan Haftar.